Pengertian Majas

Pengertian Majas - Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan majas? Majas merupakan bahasa kias yang dipergunakan untuk memperoleh efek tertentu dari suatu benda atau hal dengan cara membandingkannya dengan benda atau hal yang lebih umum. Dilihat dari sudut pandang bahasa, majas dapat dibedakan berdasarkan titik tolak unsur bahasa yang digunakan, yaitu gaya bahasa, pilihan kata, nada yang terkandung dalam wacana, struktur kalimat, dan langsung tidaknya makna. Dalam buku Diksi dan Gaya Bahasa, Gorys Keraf membagi majas atau gaya bahasa menjadi beberapa macam sudut pandang, yaitu gaya bahasa berdasarkan pilihan kata, gaya bahasa berdasarkan nada, gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, dan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna.
yang dimaksud Majas


Pengertian Majas

Majas adalah sebuah  gaya bahasa yang digunakan oleh seorang penulis untuk menyampaikan suatu pesan secara imajinatif dan kias. Hal tersebut bertujuan untuk membuat seorang pembaca memperoleh efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Umumnya majas bersifat tidak sebenarnya atau bisa juga konotasinya.

Macam-macam Majas

Tentang macam-macamnya majas bisa dikelompokan menjadi 4 kelompok yakni, majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran dan majas penegasan. Di bawa ini adalah penjelasan tentang majas-majas tersebut.

Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyandingkan atau membandingkan sebuah objek dengan objek yang lain melalui proses penyamaan , penggantian, ataupun pelebihan. Berikut ini adalah macam macam majas perbandingan dan contohnya.
  • Majas personifikasi adalah majas yang meletakkan sifat-sifat insani (manusiawi) pada benda-benda yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Atau dengan kata lain majas yang menggantikan fungsi benda mati yang bisa bersikap layaknya manusia. Ciri utamanya adalah membuat benda mati seakan-akan hidup. Contoh Majas Personifikasi yaitu: Daun kelapa itu seakan-akan melambai kepadaku dan mengajakku untuk segera bermain di pinggir pantai.
  • Majas Metafora adalah majas yang meletakan objek yang sifatnya sama dengan pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk ungkapan. Contoh Majas Metafora yaitu: Karyawan tersebut adalah tangan kanan dari komisaris yang ada di perusaan itu Tangan kanan adalah ungkapan bagi orang kepercayaan.
  • Majas Asosiasi adalah membandingkan antara 2 objek yang berbeda, tetapi dianggap sama dengan memberikan kata sambung seperti, bak, bagaikan. Conroh Majas Asosiasi yaitu: Ana dan Ani bagikan pinang dibelah dua. Bagaikan pinang dibelah dua mempunyai arti sangat mirip.
  • Majas Hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan apa yang sebenarnya dimaksudkan dengan tujuan untuk mendapat perhatian lebih dari pembaca. Dengan kata lain majas hiperbola yaitu mengungkapkan sesuatu dengan kesan yang berlebihan, dan hampir tidak masuk akal. Contoh Majas Hiperbola yaitu: Pak toni rela memeras keringat demi mencukupi kebutuhan anak dan istrinya. Memeras keringat mempunyai arti bekerja keras.
  • Majas Eufemisme adalah majas yang mengubah kata-kata yang dianggap kurang pantas dengan padanan yang lebih halus. Contoh Majas Eufemisme yaitu: Sekarang setiap universitas dan perusahaan diwajibkan untuk menerima difabel. Difabel menggantikan frasa dari “orang cacat”.
  • Metonimia adalah majas yang mempergunakan nama suatu barang untuk suatu hal lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut. Atau dapat diartikan juga majas yang menyandingkan merk atau istilah sesuatu untuk merujuk pada-pada benda umum. Contoh Majas Metonimia yaitu: Agar rasa haus cepat reda, lebih baik kita minum Aqua. Maksud Aqua tersebut merujuk pada air mineral.
  • Majas Simile adalah majas yang hampir mirip dengan majas asosiasi yaitu menggunakan kata hubung seperti, bagaikan, bak, namun yang membedakan yaitu simile bukan membandingkan 2 objek yang berbeda tetapi menyandingkan suatu kegiatan dengan ungkapan. Contoh Majas simile yaitu: Tingkahlakunya seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
  • Majas Alegori adalah majas yang menyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan. Contoh Majas Alegori yaitu: Seorang suami adalah nakhoda dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Disini kata nakhoda berarti pemimpin keluarga.
  • Majas Sinekdok adalah  majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhan atau sebalinya. Sinekdoke digunakan untuk mengungkapkan kejadian langsung dari sumbernya. Ada dua macam sinekdoke, yaitu totem pro parte (sinekdoke yang menyebutkan keseluruhan untuk menonjolkan sebagian) dan pars pro toto (sinekdoke yang menyatakan sebagian untuk keseluruhan). Contoh Majas Totem pro Parte yaitu: Indonesia pernah berhasil menjuarai All England sampai 8 kali berturut-turut. Contoh Majas Pars pro Toto yaitu: Hingga bel masuk telah berbunyi, batang hidung Ani belum juga nampak.
  • Majas Simbolik adalah majas yang membandingkan manusia dengan sikap makhluk hidup yang lain dalam ungkapan. Contoh Majas simbolik yaitu: Perempuan yang cantik itu memang jinak-jinak merpati.

Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah majas yang menggunakan kata-kata kias yang bertentangan dengan arti yang sebenarnya penulis curahkan dalam sebuah kalimat. Berikut ini adalah macam macam majas pertentangan beserta contohnya.
  • Majas Litotes adalah majas yang merupakan kebalikan dari majas hiperbola. Majas litotes merupakan ungkapan yang digunakan untuk merendahkan diri, walaupun dalam kenyataannya adalah sebaliknya. Contoh Majas Litotes yaitu Jangan lupa ya mampir ke gubuk kami ini. Kata Gubuk mempunyai arti rumah.
  • Majas Paradoks  majas yang membandingkan antara situasi asli (fakta) dengan situasi yang sebaliknya. Contoh Majas Litotes yaitu Aku merasa kesepian di tengah ramainya pesta tahun baru..
  • Majas Antitesis adalah majas yang memadukan pasangan kata yang mempunyai arti bertentangan. Contoh Majas Antitesis yaitu Sinetron yang tayang tadi itu disukai oleh tua-muda.
  • Majas Kontradiksi Interminis adalah majas yang menyangkal ujaran yang sebelumnya sudah dipaparkan. Majas ini biasanya diikuti dengan konjungsi, seperti hanya saja, atau kecuali. Contoh Majas Kontradiksi Interminis yaitu Seluruh masyarakat semakin sejahtera, kecuali yang tinggal di daerah perbatasan.

Majas Sindiran

Majas sindiran adalah kata-kata kias yang tujuannya memang untuk menyindir seseorang ataupun perilaku maupun kondisi. Macam-macam majas sindiran dan contohnya adalah sebagai berikut ini.
  • Majas Ironi adalah majas yang menggabungkan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang sebenarnya ada. Contoh Majas Ironi yaitu: Kamarmu tampak rapi sekali sampai-sampai sulit untuk menemukan bagian kasur yang dapat ditiduri.
  • Majas Sinisme adalah majas yang menyampaikan sindiran secara langsung. Contoh Majas Sinisme yaitu: Suaramu keras sekali hingga telingaku berdenging dan terasa sakit.
  • Majas Sarkasme adalah majas yang menyampaikan sindiran secara kasar. Contoh Majas Sarkasme: Kamu hanyalah sampah masyarakat mengerti!.

Majas Penegasan

Majas penegasan adalah majas yang tujuannya meningkatkan pengaruh kepada pembaca supaya menyetujui suatu kejadian atau ujaran. Macam-macam majas penegasan dan contohnya adalah sebagai berikut ini.
  • Majas Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata yang maknanya sama sehingga mempunyai kesan yang tidak efektif, tetapi memang sengaja untuk menegaskan suatu hal. Contoh Majas Pleonasme yaitu: Dirinya masuk ke dalam kantor tersebut dengan wajah yang semringah.
  • Majas Repetisi adalah majas yang mengandung kata-kata dalam sebuah kalimat. Contoh Majas Repetisi yaitu: Orang itu pelakunya, Orang itu pencurinya, orang itu yang mengambil tasku.
  • Majas Retorika adalah majas yang memberikan penegasan dengan bentuk kalimat tanya yang tidak perlu untuk dijawab. Contoh Majas Retorika yaitu: Kapan pernah terjadi harga kebutuhan pokok menurun ketika menjelang hari raya?
  • Majas Klimaks adalah majas yang mengurutkan sesuatu dari tingkatan yang rendah ke tingkatan yang tinggi. Contoh Majas Klimaks yaitu: seharusnya bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, sampai orang tua mempunyai asuransi kesehatan.
  • Majas Antiklimaks merupakan kebalikan dari majas klimaks. Majas antiklimaks menegaskan sesuatu dengan mengurutkan sesuatu dari tingkatan yang tinggi ke tingkatan yang rendah. Contoh Majas Antiklimaks yaitu: Seharusnya masyarakat perkotaan, perdesaan, hingga yang tinggal di desa sadar dengan kearifan lokalnya masing-masing.
  • Majas Pararelisme merupakan majas yang sering terdapat dalam sebuah puisi. Majas Pararelisme mengulang-ulang sebuah kata dalam bermacam definisi yang berbeda. Apabila pengulangannya berada di awal, maka disebut dengan anofara. Tetapi apabila kata yang diulang berada di bagian akhir, maka disebut dengan epifora. Contoh Majas Pararelisme yaitu: Kasih itu lemah lembut. Kasih itu sabar. Kasih itu memaafkan.
  • Majas Tautologi adalah majas yang memakai kata-kata bersinonim dalam menegaskan suatu kondisi atau ujaran. Contoh Majas Tautologi yaitu: Hidup ini akan terasa damai, tentram, serta bahagia apabila semua anggota keluarga ini saling menyayangi.

Itulah yang dimaksud majas, semoga pengertian majas yang saya uraikan dalam blog temukan pengertian ini dapat dengan mudah dipahami.

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru

Artikel Terkait