Pengertian Distribusi

Advertisement
Pengertian Distribusi - Bagi sektor ekonomi, kegiatan distribusi merupakan kegitan yang sangat bermanfaat. Nah seperti apakah distribusi itu? Sudah tahukah kamu apa itu distribusi? Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas tentang apa yang dimaksud distribusi. Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan distribusi yang kami tulis di sini dimaksudkan agar kamu yang masih belum tahu definisi dari distribusi bisa tahu seperti apa arti dari distribusi. Selain membahas pengertian dari distribusi di sini juga akan kami bahas tentang tujuan distribusi, penyebab terjadinya kegiatan distribusi, fungsi kegiatan distribusi, lembaga distribusi, jenis-jenis distribusi dan contoh kegiatan distribusi.
definisi Distribusi

Pengertian Distribusi

Distribusi adalah menyalurkan barang/ jasa hasil produksi kepada konsumen. Untuk dapat menyalurkan barang/ jasa tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun melewati perantara dalam perdagangan. Atau pengertian distribusi yaitu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa terseebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan faedah (utility) waktu, tempat, dan pengalihan hak milik.

Tujuan Distribusi

Kegiatan distribusi memiliki tujuan seperti berikut:
  1. Menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
  2. Mempercepat sampainya barang ke tangan konsumen.
  3. Menjaga kelangsungan kegiatan produksi.
  4. Penyebaran barang akan merata ke konsumen.
  5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi.
  6. Untuk memperoleh keuntungan.

Penyebab Terjadinya Kegiatan Distribusi

Penyebab adanya kegiatan distribusi sebagai berikut:
  1. Setiap daerah atau negara memiliki sumber daya alam yang berbeda.
  2. Kebutuhan meanusia beraneka ragam.
  3. Meningkatkan kemajuan kebudayaan.
  4. Kemajuan ilmu pengerahuan dan teknologi.
  5. Sulit untuk mencari barang di daerah tertentu.

Fungsi Kegiatan Distribusi

Kegiatan yang termasuk fungsi distribusi terbagi secara garis besar menjadi 2 (dua) sebagai berikut:

1. Fungsi Pokok Distribusi.
Fungsi pokok adalah fungsi tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi sebagai berikut:
  • Pengangkutan (transportasi).
  • Penjualan (selling).
  • Pembelian (buying).
  • Penyampaian.
  • Pembakuan standar kualitas barang.

2. Fungsi Tambahan Distribusi.
Distribusi mempunyai fungsi tambahan yang hanya diberlakukan pada distribusi barang-barang tertentu. Fungsi tambahan tersebut sebagai berikut:
  • Menyeleksi.
  • Mengepak/ mengemas.
  • Memberi Informasi.

Lembaga Distribusi

Lembaga Distribusi:
  • Agen.
  • Pedagang: pedagang besar (wholeseller), pedagang eceran (retailer), pedagang barang-barang khusus (speciality selling), pedagang jasa/ biro jasa.
  • Makelar.
  • Komisioner (Pedagang Komisi).
  • Importir.
  • Eksportir.
  • Koperasi.

Jenis-jenis Distribusi

Jenis-jenis Distribusi Menurut Kegiatannya:
  1. Mass Distribution
  2. Selective Distribution
  3. Exclusive Distribution

Jenis-jenis distribusi menurut sistem distribusi:
  1. Distribusi langsung.
  2. Distribusi semilangsung.
  3. Distribusi tidak langsung.

Contoh Kegiatan Distribusi

Contoh kegiatan distribusi adalah sebagai berikut ini:
  • Ibu Tini memiliki perusahaan roti, biasanya ibu tini menitipkan rotinya di toko-toko untuk dijual kepada konsumen.
  • Pertamina menyalurkan bensin dan solar ke SPBU.

Itulah pengertian distribusi yang dapat kami tuliskan. Semoga penjelasan yang kami tulis di blog temukan pengertian di atas mudah dipahami.
Advertisement
Artikel Terkait

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru