Pengertian Seni Menjual

Pengertian Seni menjual - Menjual merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menarik perhatian pembeli supaya barang atau jasa, dibeli oleh seorang konsumen. Terdapat beberapa faktor yang dapat menunjang dalam memasarkan barang/ jasa yang kita jual agar hasilnya lebih maksimal dalam artian barang/ jasa yang kita jual bisa laku dibeli oleh konsumen. Bagi seorang penjual tentunya harus paham betul tentang barang atau jasa yang dijual serta mamahami teknik atau seni menjual yang baik. Apa itu seni menjual? Tahukah kamu apa yang dimaksud seni menjual? Untuk kamu yang belum tahu definisi seni menjual maka di sini aya akan menjelaskan pengertian atau arti seni menjual. Langsung saja simak penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan seni menjual berikut ini.
Pengertian Seni menjual

Pengertian Seni Menjual

Seni menjual adalah suatu seni yang digunakan untuk mempengaruhi orang lain supaya tertarik dan bersedia untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan sehingga konsumen akan merasa mendapatkan keuntungan jika membeli barang atau jasa tersebut. Jika seorang penjual telah memahami seni menjual dengan baik, maka akan lebih mudah untuk menuju keberhasilan.


Seni menjual dapat diartikan sebagai suatu usaha mencapai hasil yang diinginkan dengan jalan menggunakan kepandaian ilmu menjual, karena adanya keahlian ataupun bakat menjual dari kecil. Kemudian bakat tersebut akan terus dikembangkan dengan intuisi, pengetahuan langsung, serta pengalaman pribadinya sehingga menjadi seorang ahli yang mempunyai keistimewaan dari yang lain, dan mampu mengembangkan ilmu menjual sehingga ia menjadi orang yang penting, disegani, serta mampu menjalankan tugasnya (self made man). Dari keadaan tersebut, terciptalah istilah salesman are born, not made yang artinya seorang penjual dapat dikatakan berhasil karena ia telah dikaruniai bakat sejak lahir dan ditakdirkan untuk menjadi penjual yang sukses.

Hal Yang Harus Dilakukan Penjual

1. Mengenali serta mengetahui keberadaan dirinya berkaitan dengna keadaan fisik, misal:
  • Pendengaran
  • Penglihatan
  • Gaya bicara
  • Nada suara
  • Penampilan

2. Mengenali diri, saya ini tipe orang yang bagaimana, misal:
  • Orang yang suka bergaul atau sebaliknya.
  • Orang yang selalu bergembira atau sebaliknya.
  • Orang yang lekas bosan atau sebaliknya.
  • Orang yang lekas marah atau sebalinya.

3. Mempunyai pengetahuan mengenai barang yang mau dijual secara rinci dan mendalam misalnya tentang kualitas barang, cara penggunaan barang, serta kukuatan barang dan lain-lain.

4. mempunyai pengetahuan tentang calon pembeli. Bagi seorang penjual hal yang paling penting yaitu harus tahu siapa calon pembeli, bagaimana karakternya, sifatnya. Sebagai seorang penjual harus bisa mengenal segala macam hal yang berkaitan dengan kemauan seseorang yang berbeda-beda.

Cara Mengadakan Kontak Dengan Calon Pembeli

  • Datang sendiri memperkenalkan diri
  • Melalui perantara orang lain.
  • Melalui perantara telepon.
  • Melalui perantara surat.
  • Melalui perkumpulan atau organisasi.

Cara Menghadapi Pembeli

  • Ciptakanlah suasana yang nyaman dan menyenangkan
  • Besarkan perasaan hati pembeli supaya dirinya merasa paling penting.
  • Buatlah suasana persahabatan dengan baik.

Cara Mengadakan Pendekatan Kepada Pembeli

  • Memberikan salam.
  • Menunggu sejenak.
  • Melakukan pendekatan dagang.
  • Menaruh rasa perhatian.

Cara Mendorong Keinginan Untuk Membeli

Sebagai seorang penjual harus tahu tentang dasar-dasar kejiwaan diantara mereka tergantung dari faktor pendapatan, pendidikan, sstatus dan lain-lain.

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Penjualan

  • Pada saat melakukan pembicaraan dagang jangan membicarakan tentang agama atau politik.
  • Jangan masuk kantor sambil merokok.
  • Jangan mengetuk pintu dengan keras.
  • Jangan ngobrol panjang lebar yang terlalu lama.
  • Jika barang yang dijual mahal, sebaiknya jangan menyebutkan harga terlebih dahulu sebelum menjelaskan kualitas barangnya. Namun jika barang yang dijual murah sebutkan saja harganya dulu baru jelaskan kualitas barangnya.

Cara Memberi Perhatian Kepada Calon Pembeli

Contoh cara memberikan perhatian terhadap konsumen secara wajar dengan mengajukan beberapa pertanyaan, misalkan di toko sepatu:
  • Silahkan lihat-lihat.
  • Ada yang dapat kami bantu Pak/ Bu.
  • Tersedia 4 warna sesuai contoh.
  • Biasa menggunakan ukuran berapa.
  • Boleh dicoba.
  • Coba dua-duanya dipakai.
  • Sempit ataukah tidak.
  • Silahkan sepatunya dicoba untuk berjalan.

Cara Pendekatan Terhadap Pembeli

Cara melakukan pendekatan dengan pembeli bisa dengan cara-cara sebagai berikut ini:
  • Dengan memberikan salam
  • Sebagai kalimat pembuka untuk melakukan pendekatan pembeli ketika masuk ke toko ucapkanlah selamat pagi, selamat sore, atau selamat siang Pak atau Bu.
  • Tunggulah sejenak
  • Sedudah teguran yang pertama, tunggulah kira-kira 4 detik jangan terus bertanya namun tunggulah reaksi dari pembeli.
  • Memberikan pelayanan terhadap pembeli dengna baik.

Dalam melakukan pendekatan dengan pembeli, penjual berusaha mencoba membantu apa yang dikehendaki oleh pembeli dan jangan tergesa-gesa. Cara seperti ini hanya bisa dijalankan jika pembeli sudah memikirkan sejenak serta dia mengharapkan bantuan dari penjual.

Teknik Mengendalikan Keberatan Pembeli

Bagaimanakah cara mengendalikan keberatan pelanggan? Caranya bisa dengan teknik mengendalikan keberatan pembeli berikut ini:

Hal yang harus diperhatikan oleh seorang penjual:
  • Harus tahu dulu seperti apa saja keberatannya, apakah keberatan tentang harga atau kualitasnya. Jika sudah jelas, barulah seorang penjual menjelaskan jalan keluarnya.
  • Perhatikan dan dengarkan baik-baik keberatan pembeli dan jangan memotong apa yang dibicarakan. Hindari pertengkaran meskipun calon pembeli mencela barang dagangan.
  • Secara perlahan-lahan ulangi keberatan calon pembeli itu. Namun yakinkan kalau segala keberatan tersebut bisa diatasi. Di sini tugas penjual yaitu membantu calon pembeli serta mengarahkannya menuju titik terang yang memuaskan calon pembeli.

Cara berbicara dengan pembeli melalui telepon:
  • Sebagai penerima telepon, saat mengangkat telepon yang berdring langsung perkenalkan diri, lalu ucapkan salam sesuai waktunya, contohnya “PT Alim Untung selamat pagi”. Tujuan dari memperkenalkan diri yaitu agar penelpon tahu kalau nomor yang di tuju itu benar.
  • Penelpon sebelum menyampaikan apa maksudnya, sebaiknya menjawab ucapan salam, misalnya: “selamat pagi” bisakah saya berbicaa dengan Bapak/ Ibu atau saudara?

Yang perlu dilakukan oleh penerima telepon yaitu
  1. Mencatat nama penelpon, nomor telepon, alamat penelpon, untuk siapa pesan ditujukan. Dalam mencatat harus dilakukan dengan cermat baik tanggal maupun waktunya.
  2. Mengulang pesan yang telah dicatat, untuk memastikan pencatatan dilakukan dengan benar.
  3. Jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih. Hendaknya nada suara mengandung sikap yang ramah dan nada ingin membantu.

Demikian penjelasan tentang Pengertian seni menjual. Semoga informasi yang saya berikan dalam blog temukan pengertian ini dapat membantu.

Artikel Terkait

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru