Pengertian Tegangan Jepit

Advertisement
Pengertian tegangan jepit – Apa yang dimaksud dengan tegangan jepit? Tahukah kamu apa itu tegangan jepit? Seperti apa pengertian tegangan jepit. Mungkin sebagian dari kamu ada yang sudah bisa menjelaskan tentang apa arti tegangan jepit. Namun tentunya ada juga yang belum bisa menjelaskan arti dari tegangan jepit. Untuk itulah pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud tegangan jepit. Di sini selain menjelaskan tentang definisi tegangan jepit juga kami berikan penjelasan seperti apa rumus tegangan jepit, contoh tegangan jepit, beserta contoh soal tegangan jepit dan pembahasan.
Pengertian Tegangan Jepit

Pengertian Tegangan Jepit

"Tegangan sandal jepit" mungkin kata ini cukup asing namun dalam pelajaran fisika pastinya kita menjumpai istilah tersebut. Inilah penjelasannya: Tegangan dari suatu sumber tegangan sebelum mengalirkan arus listrik disebut gaya gerak listrik (GGL). Suatu sumber tegangan, misalnya baterai mempunyai hambatan yang disebut hambatan dalam (r) sehingga ketika baterai mengalirkan arus (pada rangkaian tertutup), tegangannya akan menurun. Tegangan suatu sumber tegangan (baterai) setalah mengalirkan arus disebut tegangan jepit (Vk).

Tegangan jepit adalah perbedaan potensial yang bisa ditemukan pada sumber tegangan antara ujung-ujung penghantar atau kedua kutub positif dan kutub negatif ketika sumber tenganan tersebut telah terhubung antara kutub positif dan kutub negatifnya terhadap tahanan dan telah mengalirkan arus listrik.

Rumus Tegangan Jepit

Rumus tegangan jepit pada rangkaian listrik yaitu sebagai berikut ini:
V = I x R
Keterangan:
V = Tegangan jepit
I = Arus listrik yang mengalir
R = Nilai tahanan dalam suatu rangkaian

Contoh Tegangan Jepit

Contoh tegangan jepit bisa kita ambil contoh dalam praktek pengukuran tegangan pada batu baterai, yang mana batu baterai tersebut telah terhubung dalam sebuah rangkaian tertutup, yaitu dihubungkan ke sebuah beban misalknya yaitu lampu pijar.

Maka beda potensial yang terjadi diantara kutub positif dengan negatif pada baterai tersebut bisa disebut sebagai tegangan jepit. Hal tersebut bisa dilihat ketika tegangan di ukur, ternyata besarnya tidak sama dengan ketika baterai tidak dipakai untuk menyalakan lampu pijar. Apabila sebelumnya baterai tersebut mempunyai tegangan 4,5 volt, maka ketika telah terhubung dengan rangkaian, tegangan jepitnya sebesar 4,2 volt.

Contoh Soal Tegangan Jepit dan Pembahasan

Agar lebih memahami tentang tegangan jepit, maka di sini kami akan memberikan contoh soal tegangan jepit dan pembahasannya.

Sebuah sumber listrik yang mempunyai GGL dengan tegangan (E Volt) dengan nilai hambatannya (r) ialah 0,5 Ohm, dialirkan dalam sebuah rangkaian tertutup mengalir melewati sebuah resistor (R) dengan nilai tahanan sebesar 7,5 Ohm dan menghasilkan arus listrik yang besarnya 3 Ampere. Berapakah besar tegangan jepit (V)?

Rumus untuk menghitung tegangan jepit (V)
V = I x R
V = 3 Ampere x 7,5 Ohm
V = 22,5 Volt

Jadi besar tegangan jepit ketika sumber listrik di aliri arus yaitu sebesar 22,5 Volt.

Sekarang anda sudah mengerti kan apa pengertian tegangan jepit. Semoga apa yang saya jelaskan pada blog temukan pengertian di atas bisa membantu anda.
Advertisement
Artikel Terkait

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru