--> Skip to main content

Pengertian Zat Campuran, Sifat, Jenis dan Pemisahan Campuran

Pengertian zat campuran – Ilmu kimia merupakan ilmu pengetahuan alam yang mempelajari berbagai hal tentang materi. Materi sendiri merupakan segala sesuatu yang bisa menempati ruang yang memiliki massa dan volume. Misalnya udara, air, tanah, batu dan lain-lain. Secara umum materi terbagi menjadi 2 yaitu zat tunggal (murni) dan zat campuran. Nah pada pembahasan inilah akan kami bahas tentang apa itu zat campuran. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan zat campuran? Jika belum tahu kamu bisa menyimak pembahasan tentang pengertian zat campuran dan contohnya di sini. Selain membahas tentang pengertian zat campuran beserta contohnya, di sini juga kami bahas tentang sifat, Jenis dan cara pemisahan Campuran.

Pengertian Zat Campuran

Pengertian Zat Campuran

Pengertian zat campuran adalah adalah zat yang terdiri atas dua atau lebih zat yang bergabung menjadi satu tanpa komposisi tetap dan masih mempunyai sifat zat asalnya. Sebagai contoh udara, air laut, sirop, tanah, lem, makanan, kuningan, perunggu, dan sebagainya.

Dapat pula dijelaskan bahwa arti zat campuran adalah penggabungan 2 zat atau lebih tanpa melalui suatu reaksi kimia, sehingga sifat zat yang menjadi penyusunnya tidak akan berubah.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Sifat sifat Zat Campuran

Lalu bagaimana sifat-sifat zat campuran? Sifat sifat zat campuran adalah sebagai berikut ini:

  1. Terdiri dari dua jenis zat tunggal atau lebih
  2. Komposisinya tidak tetap
  3. Masih mempunyai sifat zat asal.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Jenis jenis Zat Campuran

Terdapat 2 jenis zat campuran berdasarkan sifatnya. Berikut ini kami sebutkan jenis zat campuran berdasarkan sifatnya:

1. Campuran Homogen

Campuran homogen adalah campuran yang mempunyai komposisi atau susunan zat-zat penyusun pada setiap bagian sama. Sebagai contohnya pada saat kita membuat larutan gula dari campuran air dengan gula, maka rasa manis yang terdapat pada gula akan tetap kita rasakan pada saat dicampur dengan air. Contoh lainnya yaitu campuran air dengan garam ddapur atau air dengan sirup.

2. Campuran Heterogen

Campuran heterogen adalah campuran yang mempunyai komposisi atau susunan zat-zat penyusun pada tiap bagian tidak sama. Sebagai contoh campuran minyak dengan air dan campuran pasir dengan air.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Cara-cara Pemisahan Campuran

Cara cara pemisahan campuran beserta contohnya adalah sebagai berikut ini:

1. Pengayakan

Metode pengayakan digunakan untuk memisahkan campuran padatan yang memiliki ukuran partikel yang berbeda-beda. Contohnya, mengayak pasir untuk memisahkan pasir dengan kerikil atau batu-batu kerikil.

2. Decanter

Metode decanter digunakan untuk memisahkan campuran yang penyusunnya berupa cairan dan padatan. Ukuran partikel yang dipisahkan cukup besar sehingga dapat mengendap di bawah cairan. Contohnya, memisahkan tanah dalam air.

3. Penyaringan

Metode penyaringan digunakan untuk memisahkan campuran yang penyusunannya berupa cairan dan padatan. Ukuran partikel padatan yang dipisahkan cukup kecil sehingga dapat mengendap dibwah cairan. Contohnya pemisahan santan dengan ampasnya.

4. Pemusingan (Sentrifungsi)

Metode sentrifungsi digunakan untuk memisahkan campuran yang penyusunnya berupa cairan dan padatan yang merupakan partikel sangat kecil dan tersebar merata dalam cairan. Contohnya pengambilan VCO (virgin coconut oil) dari sari air santan kelapa.

5. Penguapan (Evaporasi)

Metode evaporasi digunakan untuk memisahkan campuran yang berupa cairan dan padatan yang larut dalam cairan tersebut. Contohnya penguapan dalam pembuatan garam dari air laut.

6. Sublimasi

Metode sublimasi digunakan untuk memisahkan campuran yang penyusunnya merupakan zat yang menyublim ketika dipanaskan. Contohnya pemisahan iodine dari campuran dengan pasir.

7. Penyaringan (ekstraksi)

Metode penyaringan digunakan untuk memisahkan campuran berdasarakan perbedaan kelarutan zat terlarut di dalam pelarut yang berbeda. Contohnya pembuatan minyak atsiri.

8. Penyulingan( Distilasi)

Metode distilasi digunakan untuk memisahkan campuran yang berupa larutan. Pemisahan didasarkan pada perbedaan titik didih zat penyusunnya. Contohnya penyulingan air tawar dari airu laut.

9. Kromatografi

Metode kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran yang berupa larutan dan volume campuran yang dipisahkan sangat sedikit hingga tidak mungkin dilakukan dengna ekstraksi. Contohnya pemisahan campuran zat senyawa.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Demikianlah penjelasan tentang pengertian zat campuran dan contohnya beserta dengan sifat, jenis serta cara emisahan campuran. Semoga penjelasan yang telah kami tulis dalam blog temukan pengertian ini dapat bermanfaat.

    Buka Komentar
    Tutup Komentar