Pengertian Sudut Pandang

Pengertian Sudut Pandang - Sudut pandang merupakan salah satu unsur intrinsik yang terdapat dalam sebuah prosa fiksi. Tahukah anda apa yang dimaksud sudut pandang?  Apa saja jenis-jenis sudut pandang? Mungkin diantara anda ada yang masih belum tahu tentang apa itu sudut pandang. Untuk itulah dalam pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang definisi sudut pandang dan juga jenis-jenis sudut pandang beserta contohnya. Berikut ini penjelasan selengkapnya silahkan di simak.
Pengertian Sudut Pandang

Pengertian sudut pandang

Sudut pandang adalah cara bagaimana pengarang cerita menempatkan dirinya pada cerita atau dari sudut mana pengarang cerita memandang cerita yang telah dia buat. Sudut pandang juga bisa dikatakan sebagai sebuah siasat atau teknik yang sengaja penulis lakukan untuk menyampaikan ceritanya. Karena itulah sudut pandang bisa memberikan pengaruh terhadap penyajian sebuah cerita dan alurnya.

Pengertian sudut pandang menurut para ahli

Terdapat beberapa ahli yang mengemukakan pengertian sudut pandang, berikut ini adalah penjelasan tentang pengertian sudut pandang menurut para ahli.

Pengertian Sudut Pandang Menurut Aminudin (1995:90)

Sudut pandang adalah cara seorang pengarang menampilkan para tokoh/ pelaku dalam cerita yang disampaiakan/ dipaparkan. Terdapat 4 cara pengarang dalam menempatkan dirinya pada sebuah cerita yaitu:
  • Sudut pandang orang pertama yaitu pengarang berperan sebagai tokoh utama.
  • Sudut pandang orang ketiga yaitu pengarang bertindak sebagai pengamat yang serba tahu terhadap perilaku para tokoh yang ada dalam cerita. Di sini pengarang menyebut pelakunya dengan kata dia, ia, mereka atau menyebut namam tokoh.
  • Sudut pandang pengarang sebagai narator/ pencerita yaitu pengarang hanya menceritakan apa yang terjadi, seakan-akan pembaca menonton sandiwara.
  • Sudut pandang serba tahu dalamm hal ini pengarang seakan-akan mmengetahui seluk beluk isi cerita yang di sajikan.

Pengertian Sudut Pandang Menurut Heri Jauhari (2013:54)

Sudut pandang disebut dengan pusat narasi yaitu penentu corak dan gaya cerita. Waatk dan kepribadian dari pencerita akan banyak menentukan cerita yang disajikan kepada pembaca. Keputusan seorang pengarang dalam hal menentukan siapa yang menceritakan kisah menentukan apa yang terdapat dalam cerita. Apabila pencerita berbeda, detail-detail cerita yang dipilih nantinya juga akan berbeda.

Pengertian Sudut Pandang Menurut Atar Semi (1988:51)

Menyebutkan bahwa istilah sudut pandang, atau pusat pengisahan atau point of view adalah posisi dan penobatan diri seorang pengarang dalam ceritanya, atau dari mana seorang pengarang melihat peristiwa-peristiwa yang ada dalam sebuah cerita.

Pengertian Sudut Pandang Menurut Montaqua dan Henshaw (1966:9)

Sudut pandang membedakan kepada pembaca, siapa yang menentukan struktur gramatikal narati dan siapa yang menceritakan. Siapa yang menceritakan cerita adalah hal yang begitu penting, dalam menentukan apa yang ada dalam cerita, pencerita yang berbeda juga akan melihat benda-benda secara berbeda.

Pengertian sudut pandang menurut Atar Semi (1988:57-58)

Sudut pandang adalah titik kisah yang merupakan penempatan dan posisi pengarang dalam ceritanya. Dia juga mengemukakan titik kisah terbagi menjadi 4 jenis yaitu pengarang sebagai tokoh, pengarang sebagai tokoh sampingan, pengarang sebagai orang ketiga, dan pengarang sebagai narator atau pemain.

Jenis jenis sudut pandang dan contohnya

Pada umumnya sudut pandang di bagi menjadi 4 jenis yaitu sebagai berikut ini:

Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama

Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama adalah sudut pandang yang biasanya menggunakan kata ganti “aku” ataupun “saya” pada tokoh utama. Dalam sudut pandang ini pengarang cerita seakan-akan terlibat dalam cerita  dan  bertindak sebagai seorang tokoh utama dalam cerita. Dalam teknik sudut pandang ini si “aku” mengisahkan beragam peristiwa dan tingkah laku yang dialaminya, baik itu yang sifatnya batiniah, dari dalam diri sendiri, maupun fisik, hubungan dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. Tokoh si “aku” menjadi fokus pusat cerita. Segala sesuatu yang berada di luar dirinya si “aku”, orang, tindakan, dan peristiwa diceritakan hanya apabila ada hubungannya dengan dirinya. Selain itu mempunyai kebebasan untuk memilih masalah yang akan diceritakan.

Contoh sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama:
Pagi ini aku terbangun dari tidurku yang telah melelapkanku, aku segera menuju ke kamar mandi untuk  mandi sebelum berangkat ke kantor. Sesudah itu akan merapikan tempat tidur dan tak lupa sarapan pagi. Setelah selesai sarapan barulah aku berangkat ke kantor dengan berpamitan kepada kedua orang tuaku.

Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan

Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan adalah sudut pandang yang seoalah olah tokoh utama yang bercerita, namun keberadaannya di dalam cerita bukanlah sebagai tokoh utama melainkan tokoh tambahan. Dalam sudut pandang ini tokoh “aku” hadir untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan selanjutnya “dibiarkan” mengisahkan sendiri sebagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dalam cerita yang dibiarkan untuk berkisah sendiri tersebut yang merupakan tokoh utama, sebab dalam cerita tokoh ini yang lebih sering muncul, membawakan berbagai tindakan, peristiwa dan berhubungan dengan tokoh yang lainnya. Sesudah cerita tokoh utama habis, tokoh “aku” sebagai tokoh tambahan akan tampil lagi, dan dialah yang kini berkisah. Dengan begitu tokoh si “aku” hanya tampil sebagai seorang saksi. Saksi akan berlangsunganya kisah cerita yang ditokohi orang lain. Jadi tokoh si aku pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.

Contoh sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan:
Aku bangga dengan salah satu teman baikku yaitu wiwid, dia sangat cerdas dalam berbagai mata kuliah yang di kampus. Kadang aku merasa iri dengan temanku ini, karena dia lebih pintar dibanding dengan aku. Namun dia selalu membantuku apabila aku berada dalam kesulitan. Selain itu dia selalau menemaniku saat bermain, dan berjalan-jalan.

Sudut pandang orang ketiga serba tahu

Sudut pandang orang ketiga serba tahu adalah sudut pandang yang pada umumnya menggunakan kata ganti dia, ia atau nama tokoh yang ada dalam cerita yang dibuat oleh seorang pengarang/ penulis. Dalam sudut pandang ini, cerita dikisahkan dari sudut “dia” akan tetapi narator, pengarang bisa menceritakan hal-hal apa saja yang ada kaitannya dengan tokoh “dia”. Dalam hal ini pengarang mengetahui segalanya, ia bersifat omniscient/ mahatahu. Pengarang tahu berbagai hal tentang tokoh, tindakan tokoh, peristiwa termasuk juga motivasi yang menjadi latar belakang. Jadi pengarang bebas untuk bergerak serta menceritakan apapun dalam lingkup waktu dan tempat cerita, berpindah-pindah dari tokoh “dia” yang satu pindah ke “dia yang lainnya. Juga bebas untuk menceritakan bahkan menyembunyikan ucapan maupun tindakan tokoh, bahkan yang hanya berupa pandangan, perasaan, pikiran, dan motivasi tokoh secara jelas, seperti layaknya ucapan dan tindakan nyata.

Contoh sudut pandang orang ketiga serba tahu:
Sudah sebulan ini aku sering melihat dia di bangku pinggir jalan itu untuk menunggu bus. Namun belum sekalipun dia terlihat menunggu bus dengan temannya. Apakah mungkin dia seorang penyendiri? Ataukah dia mungkin tidak mempunyai teman baik?

Sudut pandang orang ketiga pengamat

Sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat adalah sudut pandang yang mana kata “dia” sangat terbatas. Pengarang cerita menggambarkan apa yang didengar, dilihat, dipikir, dialami, dan dirasakan oleh tokoh utama dalam cerita, namun  hal itu terbatas hanya pada seorang tokoh saja. Tokoh yang terdapat dalam cerita mungkin jumlahnya banyak, yang berupa tokoh “dia”, tetapi mereka tidak diberikan kesempatan lebih untuk menunjukan sosok dirinya yang sebenarnya seperti halnya tokoh utama. Jadi hanya tokoh utama sajalah yang menunjukan sosok dirinya yang sebenarnya.

Contoh sudut pandang orang ketiga pengamat:
Datang seorang siswi baru yang berpakaian keren ke dalam kelas. Dengan wajahnya yang cantik membuat seluruh siswa yang ada di dalam kelas tersebut terdiam. Tiba-tiba siswi baru tersebut tersenyum dan membuat seluruh siswa yang ada di kelas terpukau, karena tidak menyangka senyuman siswi baru itu begitu mempesona.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Pengertian sudut pandang, semoga bisa penjelasan yang ada di blog temukan pengertian ini dapat dipahami dengan mudah.

Artikel Terkait

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru