Pengertian Efek Tyndall

Advertisement
Pengertian efek tyndall – Sifat-sifat koloid ada bermacam-macam salah satunya yaitu efek tyndall. Nah yang menjadi pertanyaan apa itu efek tyndall? Bisakah kamu menjelaskan tentang arti efek tyndall? Pastinya bagi kamu yang masih asing dengan istilah tersebut atau belum pernah mempelajarinya akan merasa sulit jika disuruh untuk menjelaskan definisi efek tyndall beserta contoh efek tyndal. Maka dari itulah pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang pengertian efek tyndall beserta contohnya dan juga sejarah efek tyndall dalam artikel ini. Dari pada penasaran langsung saja simak penjelasannya tentang pengertian efek tyndall dan contohnya beserta sejarah efek tyndall berikut ini.
Pengertian Efek Tyndall

Pengertian Efek Tyndall

Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel-partikel debu yang terdapat dalam ruang. Jika seberkas cahaya yang dilewatkan pada suatu ruangyang gelap melalui suatu celah atau larutan, maka berkas cahaya atau sorotan cahaya akan tampak jelas, hal ini disebut dengan sistem koloid.

Seorang ahli fisika yang bernama John Tyndall (1820 - 1893) adalah orang yang pertama kali menerangkan bahwa jika seberkas cahaya yang diarahkan ke dalam suatu medium akan terlihat suatu gejala yang mengandung partikel-partikel koloid. Di samping itu, dia berhasil menerangkan bahwa adanya penghubung cahaya dari daerah panjang gelombang biru yang disebabkan adanya partikel-partikel oksigen dan nitrogen di udara sehingga langit tampak berwarna biru.

Contoh Efek Tyndal

Contoh efek tyndall yang merupakan salah satu ciri koloid terjadi karena partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar. contoh efek tyndal dalam kehidupan sehari2 adalah sebagai berikut ini.
  • Terjadinya biru di langit pada siang hari dan warna merah atau jingga di langit pada saat matahari terbenam di ufuk barat. Udara jernih mengandung partikel-partikel koloid yang berupa debu, awan, dan kabut.
  • Partikel tersebut akan menghamburkan cahaya matahari yang melaluinya. Spektrum warna yang dihamburkan cahaya matahari mempunyai intensitas yang berbeda bergantung panjang gelombangnya. Semakin pendek panjang gelombang, akan semakin banyak cahaya yang dihamburkan. Cahaya matahari terdiri atas spektrum warna menurut panjang gelombang, yaitu ungu-nila-hijau-biru-kuning-jingga-merah. Spektrum cahaya ungu, nila, dan biru mempunyai panjang gelombang yang pendek sehingga mudah dihamburkan. Pada siang hari, warna langit tampak biru karena hamburan spektrum cahaya kuning, jingga dan merah.
  • Berkas sinar matahari melalui celah daun pohon-pohon pagi hari yang berkabut.
  • Jika malam hari cuaca berkabut, berkas sinar lampu kendaraan terlihat sangat jelas karena dihamburkan oleh partikel-partikel air yang membentuk koloid dengan medium udara. Hal tersebut menyebabkan daya tembus lampu berkurang pada saat berkabut.
  • Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok, sehingga gambar film yang ada di layar menjadi tidak jelas.

Sejarah Efek Tyndall

John Tyndal kelahiran 2 Agustus 1820 merupakan seorang ilmuan fisika yang berasal dari Irlandia penemu Efek Tyndall. Beliau berasal dari keluarga yang kurang berada, tetapi sangat peduli dan memandang penting pendidikan dan ilmu pengetahuan. Sehabis lulus sekolah, John Tyndall bekerja sebagai surveyor, setelah beberapa waktu lalu akhirnya ia beralih profesi menjadi seorang profesor.

Pada sekitar tahun 1859, Tyndall mulai melakukan penelitian tentang radiasi panas uap air yang membentuk awan, ozon, hidrokarbon serta gas CO2. Dengan bantuan alat spectrofotometer buatannya, ia dapat mengukur daya serap gas-gas di udara. Dari hasil penelitian yang dilakukan, Tyndal berhasil sebuah fakta bahwa ozon, hidrokarbon dan karbondioksida menyerap panas lebih banyak jika dibandingkan dengan gas yang lain. Tetapi terbesar dari semuanya itu yaitu uap air yang menyelimuti bumi. Lewat penelitian inilah Tyndall menemukan gejala penghamburan sinar oleh partikel koloid yang kemudian dikenal sebagai Efek Tyndall. Pada fenomena langit berwarna dan peristiwa efek rumah kaca juga bisa ditelaah penyebanya dari adanya Efek Tyndall.

Efek Tyndal bisa menerangkan kenapa langit di waktu siang hari berwarana biru dan di waktu matahari terbenam dari ufuk barat warnanya jingga atau merah. Ternyata hal itu disebabkan adanya penghamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel koloid yang ada di angkasa, dan tak semua frekuensi sinar matahari dihamburkan dengan intensitas yang sama. Hal inilah yang juga menjelaskan tentang apa yang terjadi pada warna-warana pada pelangi.

Efek rumah kaca merupakan penyebab bumi semakin lama seemakin panas. Hal itu adalah suatu yang menakutkan bagi kita yang berada di bumi ini. Namun di sisi lain sebetulnya efek rumah kaca inilah yang membuat kita terus hidup. Berdasarkan dari hasil pengukuran spectrofotometer Tyndal, gas-gas yang berada pada atmosfer mempunyai kemampuan yang berbeda dalam penyerapan panas. Gas-gas yang mempunyai daya serap panas yang tinggi disebut sebagai gas-gas rumah kaca, dikarenakan menyelubungi kita, menyimpan dan menyegel panas, sehingga membuat kita tetap hangat pada waktu malam hari.

John Tyndall meninggal padda tanggal 4 Desember tahun 1893 di usianya yang ke 73 tahun karena mengalami kecelakaan overdosis obat.

Itulah penjelasan tentang apa itu pengertian Efek Tyndall. Semoga penjelasan yang kami tulis pada blog temukan pengertian ini dapat bermanfaat.
Advertisement
Artikel Terkait

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru