Featured Post

Pengertian Negara

Pengertian Negara – Negara adalah/ Negara yaitu/ Negara merupakan/ yang dimaksud Negara/ arti Negara/ definisi Negara. Istilah Negara ten...

Sifat sifat Negara

Sifat sifat Negara – Istilah negara tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Bahkan kita ini hidup di sebuah negara. Negara adalah sebuah bentuk organisasi yang sifatnya khas dan berbeda dengan organisasi atau asosiasi yang lain. Sifat-sifat yang melekat pada negara lah yang menjadi nilai kekhasan sebuah negara. Dari banyaknya sifat-sifat umum yang melekat pada negara, dalam artikel ini akan kami bahas 3 sifat khas yang melekat negara. Apa sajakah sifat-sifat negara ? Sifat-sifat negara perlu kita ketahui sebagai pelengkap dalam memahami tentang Negara. Oleh sebab itu dalam blog Temukan Pengertian ini akan kami uraikan secara rinci penjelasan tentang 3 sifat khas negara. Berikut ini adalah penjelasan secara rincinya.
Sifat sifat Negara

Sifat-Sifat Negara

Salah satu pengetahuan tentang sifat-sifat negara dari pendapat Prof Miriam Budiardjo yang menyebutkan bahwa sifat Negara adalah sebagai berikut:
Sifat Memaksa Negara
Maksud dari sifat memaksa di sini yaitu supaya peraturan perundang-undangan dipatuhi/ ditaati. Melalui cara yang memaksa tersebut maka ketertiban dalam masyarakat bisa terwujud  serta tidak akan menimbulkan anarkhi. Sifat memaksa di sini juga termasuk mempunyai kekuasaan secara legal untuk melakukan kekerasan fisik. Untuk melakukan itu negara memakai perangkat-perangkat seperti badan peradilan, tentara dan polisi. Sifat memaksa ini tidak akan begitu menonjol kalau masyarakatnya bersifat homogen dan terdapat konsensus nasional tentang tujuan-tujuan bersama yang kuat. Sebaliknya sifat memaksa akan sangat menonjol jika negara baru berdiri dan rakyatnya bersifat heterogen dan ikatan konsensus tentang tujuan bersama tidak begitu kuat.
Baca juga Artikel: Pengertian Negara
Meskipun demikian, dalam prakteknya di negara demokratis sifat memaksa tidak diutamakan, tetapi yang diutamakan yaitu meyakinkan (persuasi). Contoh sifat memaksa suatu Negara yaitu ketetapan mengenai pajak. Pajak wajib dibayar oleh setiap warga negara. Jadi jika ada orang yang tidak membayar pajak atau telat membayar pajak akan dikenakan denda, barang disita, dan ada juga di beberapa negara yang dikenakan hukuman kurungan penjara.
Sifat Monopoli Negara
Dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat negara mempunyai sifat monopoli. Jadi negara akan memonopoli apa saja yang menyangkut kehidupan orang banyak. Contoh sifat monopoli suatu Negara yaitu negara memberikan larangan adanya kelompok politik atau kepercayaan tertentu yang sifatnya bertentangan dengan paham yang ada negara.
Sifat Menyeluruh Negara atau Sifat Mencakup Semua
Sifat negara yang menyeluruh itu artinya mencakup semua lapisan masyarakat yang  menjadi warga negera. Contoh sifat menyeluruh negara: Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang, misalnya, kewajiban untuk membayar pajak. Itu semua karena untuk menjadi seorang warga negara bukan karena kemauan sendiri, lain hal nya jika dalam organisasi atau asosiasi lainnya sifat keanggotaannya sukarela.
Baca juga Artikel: Tujuan Negara
Itulah penjelasan yang dapat kami sampaikan tentang apa saja Sifat sifat Negara, semoga bisa bermanfaat.
Read more >>

Tujuan Negara

Tujuan Negara - Negara yaitu sebuah organisasi persekutuan masyarakat yang mempunyai kekuasaan dan merupakan alat untuk meraih tujuan bersama. Jika suatu tujuan negara diketahui maka akan bisa dikaji legitimasi kekuasaan serta sifat dari organisasi negara tersebut. Di samping itu juga bisa dipahami motivasi dan orientasi terbentuknya sebuah negara dan bisa diarahkan ke mana cita-cita yang akan diraih oleh organisasi negara tersebut. Memahami tujuan suatu negara bisa juga dikenal pengendalian dan tatanan organisasinya dengan kondisi lingkungan warga negara. Tujuan negara di setiap negara berbeda-beda hal ini dikarenakan terdapat perbedaan budaya, latar belakang sejarah, dan idiologi suatu bangsa atau suatu masyarakat.
Tujuan Negara
Lalu, apa itu tujuan negara? Di bawah akan kami jelaskan secara rinci tentang tujuan negara. Penjelasan ini kami bagi menjadi 2 yaitu tujuan negara secara umum dan tujuan negara menurut para ahli.
Baca juga Artikel: Pengertian Negara

Tujuan Negara Secara Umum

Tujuan negara merupakan sesuatu yang telah ditetapkan dan disepakati oleh masyarakat, dan juga cara yang akan dilalui untuk menggapainya. Tujuan negara merupakan arah atau pedoman untuk menjalankan pemerintahan bagi penyelenggara negara, karena itulah maka setiap negara pastinya mempunyai tujuan. Pada umumnya tujuan negara adalah untuk mensejahterakan rakyatnya, karena kesejahteraan merupakan sebuah cita-cita yang diharapkan oleh sebuah bangsa. Sebagai organisasi tertinggi sebuah bangsa, maka setiap negara mempunyai kewajiban untuk mewujudkan tujuan negaranya.

Tujuan Negara Menurut Para Ahli

Para ahli kenegaraan telah mengemukakan pendapat tentang tujuan negara. Berikut ini adalah penjelasan tentang tujuan negara menurut para ahli.
Tujuan Negara Menurut Imamnuel Kant
Tujuan negara menurut Imamnuel Kant yaitu menjamin kebebasan dan hak setiap manusia. Menurut Imamnuel Kant bahwa kedudukan setiap warga negara harus dijamin oleh negara. Karena itulah penguasa tidak diperbolehkan bertindak sewenang-wenang terhadap setiap warga negara. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka negara perlu membentuk hukum yang mengatur hal tersebut, sehingga dengan begitu maka setiap tindakan negara akan berpedoman pada hukum yang berlaku.
Tujuan Negara Menurut R. Kranenburg
Menurut R. Kranenburg tujuan negara adalah untuk mensejahterakan rakyat (mewujudkan kesejahteraan). Negara, dalam hal ini di anggap sebagai alat yang diciptakan manusia untuk menggapai tujuan bersama, keadilan sosial bagi semua raykat, dan juga kemakmuran.
Tujuan Negara Menurut Niccolo Machiavelli
Tujuan negara menurut Niccolo Machiavelli yaitu membentuk kekuasaan negara. Niccolo Machiavelli menjelaskan dalam bukunya II Principle (Sang Pangeran), bahwa pemerintahan merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan dan menjalankan kekuasaan. Niccolo Machiavelli menegaskan bahwa pemerintah bisa berbuat apa saja untuk membentuk kekuasaan Negara. Bila perlu pemerintah juga dapat berbuat kecurangan untuk menyelamatkan negaranya. Karena itulah pemerintah yang sudah lemah tidak akan bisa bertahan lama bahkan bisa mengalami kehancuran.
Tujuan Negara Menurut Dante Alighieri
Tujuan negara menurut Dante Alighieri yaitu negara bertujuan untuk menggapai perdamaian dunia. Pendapat Dante Alighieri dalam teori perdamaian dunia menyatakan bahwa sebaiknya di dunia ini hanya ada satu negara yang mempunyai kedaulatan penuh dan letak kekuasaannya pada satu orang. Apabila di dunia ada banyak negara yang merdeka, maka perdamaian dan ketentraman tidak akan bisa terwujud. Itu dikarenakan setiap negara mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda sehingga akan menimbulkan koflik atau benturan yang bisa mengarah ke peperangan.
Tujuan Negara Menurut Shang Yang
Satu-satunya tujuan negara menurut pendapat Shang Yang yaitu untuk mengumpulkan kekuasaan negara sebanyak-banyaknya melalui cara menyediakan tentara yang disiplin dan kuat. Apabila negara ingin kuat maka rakyat harus lemah.
Tujuan Negara Menurut Harold J. Laski
Menurut Harold J. Laski tujuan negara yaitu untuk menciptakan sebuah keadaan yang bisa membuat rakyat bisa mengapai keinginan-keinginannya secara maksimal.
Tujuan Negara Menurut J. Barents
Terdapat 3 tujuan negara menurut J. Barents, yaitu:
- Untuk mempertahankan kekuasaan
- Menjaga ketentraman dan ketertiban.
- Untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
Tujuan Negara Menurut Roger H. Soltau
Menurut Roger H. Soltau tujuan negara yaitu sebisa mungkin membuat rakyat dapat berkembang dan sebebas mungkin menyelenggarakan daya ciptanya.
Tujuan Negara Menurut Kaum Sosialis
Menurut pendapat kaum sosialis tujuan negara yaitu memberikan kebahagiaan kepada segenap manusia yang sebesar-besarnya dan secara merata. Supaya hal tersebut dapat berjalan maka negara harus memiliki seluruh alat-alat distribusi dan produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak.
Baca juga Artikel: Fungsi Negara
Demikian penjelasan yang bisa kami berikan mengenai Tujuan Negara semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat.
Read more >>

Fungsi Negara

Fungsi Negara – Segala sesuatu yang dibuat pastinya mempunyai fungsi. Terbentuknya sebuah negara tentunya mempunyai fungsi-fungsi yang diharapkan oleh warganya bisa berjalan dengan baik. Lalu apa fungsi dibentuknya sebuah negara? Fungsi Negara secara sederhana bisa diartikan sebagai kegiatan negara untuk mewujudkan harapan dan cita-cita sesuai tujuan negara tersebut. Masyarakat berharap dengan adanya negara maka harapan dan cita-citanya bisa menjadi kenyataan. Untuk lebih jelasnya maka Temukan Pengertian akan menjelaskan secara rinci mengenai hal-hal apa saja yang menjadi fungsi terbentuknya suatu negara. Berikut ini penjelasannya.
Fungsi Negara
Agar pembahasan yang kami berikan lengkap maka kami membaginya menjadi 2 bagian yaitu Fungsi negara secara umum dan Fungsi negara menurut para ahli.
Baca juga Artikel: Pengertian Negara

Fungsi Negara secara Umum

Secara umum Fungsi Negara mencakup 4 hal berikut ini:
1. Fungsi Melaksanakan Ketertiban dan Keamanan
Terlaksananya program-program pembangunan secara lancar membutuhkan stabilitas negara yang kondusif. Karena itulah, Negara harus selalu menjaga ketertiban dan keamanan negaranya. Dengan adanya ketertiban dan keamanan diharapkan bisa mencegah terjadinya pertikaian dan bentrokan-bentrokan yang dapat terjadi antar sesama warga dalam kehidupan sehari-hari. Karena negara merupakan stabilisator bagi masyarakat maka untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan harus menciptakan hukum. Walaupun demikian, Negara dalam melaksanakan penertiban, harus tetap berdasarkan peraturan yang tercantum dalam perundang-undangan.
2. Fungsi Kemakmuran dan Kesejahteraan
Tujuan dari pembentukan sebuah negara adalah untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Karena itulah fungsi negara yaitu untuk berusaha dengan baik agar tercipta kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bisa diusahakan menciptakan sistem perekonomian yang baik dan juga pembangunan di segala bidang. Tetapi tidak berarti pembangunan sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara akan tetapi juga membutuhkan dukungan dari rakyat.
3. Fungsi Pertahanan
Demi kelangsungan hidup bangsa dan negara, fungsi pertahanan negara sangatlah penting. Bertahan atau tidaknya suatu bangsa dan negara dapat ditentukan dengan adanya pertahanan negara. Fungsi pertahanan negara ada hubungannya dengan ketahanan sebuah negara dari serangan negara lain. Karena itulah dibutuhkan personil keamanan yang tangguh, terlatih dan juga alat-alat pertahanan negara.
4. Fungsi Menegakkan Keadilan
Selanjutnya fungsi negara yaitu keadilan. Keadilan harus ditegakkan untuk semua warga negara tanpa membeda-bedakan. Karena itulah untuk menjamin keadilan setiap warga negara dibentuklah badan-badan peradilan negara. Usaha yang bisa dilakukan oleh badan-badan peradilan yaitu memberikan keputusan yang adil sesuai hukum yang berlaku. Jika keadilan dalam negara ditegakkan maka kehidupan masyarakat akan menjadi nyaman dan tentram. Tetap,i jika dalam suatu negara tidak ditegakkan keadilan maka akan muncul masalah dalam mayarakat yang dapat mengganggu ketentraman negara.
Baca juga Artikel: Unsur-unsur Terbentuknya Negara

Fungsi Negara Menurut para Ahli

Para ahli negara di dunia banyak yang mengutarakan fungsi negara. Berikut ini adalah penjelasan fungsi negara menurut beberapa ahli:
Fungsi Negara menurut R.M Mac Iver
Menurut pendapat R.M. Mac Iver Fungsi Negara meliputi:
- Fungsi pelaksanaan pengembangan Negara dan konservasi dengan alat perlengkapan negara dengan tujuan untuk dinikmati generasi mendatang. Misalnya konservasi hutan, danau, sungai, dan pengembangan industri serta hasil pertanian.
- Fungsi pemeliharaan ketertiban dikisaran batas-batas wilayah negara yang tujuannya memberikan perlindungan terhadap warga negara yang lemah.
Fungsi Negara menurut John Locke
Menurut John Loocke fungsi negara itu terdiri atas 3 bagian yaitu:
- Fungsi Legislatif (Fungsi membuat undang-undang)
- Fungsi Eksekutif (Fungsi membuat peraturan dan pengendali)
- Fungsi Federatif (Fungsi urusan luar negeri, perang dan damai)
Fungsi Negara menurut Van Vollenhoven
Menurut Van Vollenhoven, Fungsi negara terdiri dari 4 hal yang dikenal dengan sebutan “catur praja”. Berikut ini adalah 4 Fungsi Negara tersebut:
- Fungsi Negara bestuur (menyelenggarakan pemerintahan).
- Fungsi Negara rechtsprak (mengadili).
- Fungsi Negara regeling (membuat peraturan).
- Fungsi Negara politie (ketertiban dan keamanan).
Fungsi Negara menurut Montesquieu
Fungsi negara menurut Montesquieu terdiri dari 3 tugas pokok yang disebut "Trias Politika" yaitu:
- Fungsi Legislatif (Fungsi membuat undang-undang)
- Fungsi Eksekutif (Fungsi pelaksanaan undang-undang)
- Fungsi Yudikatif (Fungsi pengawasan dan pengadilan)
Fungsi Negara menurut Lloyd Vernon Ballard
Dalam tinjauan sosiologis, Lloyd Vernon Ballard mengemukakan bahwa Fungsi Negara dikelompokkan dalam empat fungsi yaitu
- Fungsi Social control adalah mengkoordinir, menyesuaikan dan mendamaikan tiap kumpulan/ kelompok yang saling berselisih. Misalnya menyelenggarakan keadilan sosial.
- Fungsi Social conservation adalah pentingnya memelihara nilai-nilai sosial untuk ketertiban politik dan sosial. Misalnya: Menegaskan tata tertib intern melalui cara menyelesaikan konflik yang terjadi antara sesama warga negara.
- Fungsi Social improvement adalah Perluasan segi kehidupan seluruh kelompok. Fungsi Social improvement ini meliputi pengadaan penelitian ilmiah, memajukan kesenian dan perluasan pendidikan.
- Fungsi Social amelioration dari situasi kelompok yang dirugikan. Fungsi Social amelioration ini meliputi pemeliharaan orang cacat dan pemberantasan kemiskinan.
Fungsi Negara menurut M.H. Lipman dan G.A. Jacobsen
Menurut M.H. Lipman dan G.A. Jacobsen, Fungsi Negara sekurang-kurangnya ada 3 yaitu:
- Fungsi Negara Jasa:  adalah Semua kegiatan yang dapat saja tidak berjalan jika tidak dijalankan negara. Contohnya: pembangunan jembatan dan pembangunan jalan.
- Fungsi Negara Esensial: adalah fungsi yang wajib dimiliki negara untuk kelanjutan negara. Fungsi esensial terdiri dari: pemeliharaan pengadilan, kepolisian, angkatan perang, pemungutan pajak dan hubungan luar negeri.
- Fungsi Negara Perniagaan: adalah fungsi yang penyelenggaraanya negara untuk mendapatkan keuntungan. Contohnya: BUMN.
Fungsi Negara menurut Prof. Miriam Budiardjo
Fungsi Negara menurut Prof. Miriam Budiardjo, pada umumnya negara mempunyai fungsi berikut ini:
- Fungsi Negara Melaksanakan Ketertiban: Dalam hal ini, fungsi negara adalah sebagai stabilisator. Supaya tujuan bersama bisa tercapati maka ketertiban perlu ditegakkan guna mencegah terjadinya bentrok antar sesama warga masyarakat.  Negara mempunyai kekuasaan dalam mengatur hubungan antar manusia yang berada di wilayah negara tersebut supaya dapat tertib dan aman. Di dalam menegakkan ketertiban negara menggunakan acuan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
- Fungsi Negara Mengusahakan Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyatnya: Dalam hal ini negara mempunyai kewajiban yaitu untuk mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Fungsi ini sangat penting terutama bagi negara-negara yang masih baru atau sedang berkembang.
- Fungsi Negara Melaksanakan pertahanan: Untuk mencegah, menanggulangi dan menjaga dari berbagai ancaman, gangguan dan tantangan maka Negara wajib mempunyai personil pertahanan dan peralatan pertahanan.
- Fungsi Negara Menegakkan keadilan: Keadilan merupakan hak setiap orang, oleh karena itu setiap orang harus mendapatkan keadilan dan terhindar dari tindakan sewenang-wenang  baik yang dilakukan orang lain maupun oleh negara. Dalam menjalankan fungsi ini, negara menggunakan badan atau lembaga peradilan yang ada di negara tersebut.
Demikian penjelasan yang dapat kami berikan tentang apa itu Fungsi Negara, semoga penjelasan di atas dapat memberikan manfaat.
Read more >>

Unsur-unsur Terbentuknya Negara

Unsur-Unsur Terbentuknya Negara – Tahukah kamu apa yang menjadi unsur berdirinya sebuah negara? Perlu diketahui bahwa sebuah negara tidak asal terbentuk atau berdiri. Sebuah negara agar layak disebut dengan negara harus terdapat serangkaian syarat yang wajib dipenuhi. Syarat tersebut yang kemudian disebut sebagai unsur terbentuknya negara. Berdirinya negara Indonesia yang kita cintai ini juga berlaku syarat yang demikian, dan Indonesia bisa disebut negara karena telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan. Tetapi tahukah kamu apa saja persyaratan atau unsur-unsur tersebut? Berikut ini Temukan Pengertian akan memberikan penjelasan secara rinci tentang unsur-unsur yang harus dimiliki tentang sebuah negara agar bisa berdiri.
Unsur-unsur Terbentuknya Negara
Baca juga Artikel: Pengertian Negara
Unsur-unsur Terbentuknya Negara
Yang menjadi unsur terbentuknya sebuah negara terbagi menjadi 2 unsur yaitu unsur konstitutif (unsur pokok) dan unsur deklaratif. Pengertian unsur pokok yaitu unsur yang sangat penting karena unsur pokok menjadi syarat yang wajib dipenuhi oleh calon sebuah negara. Sedangkan pengertian unsur deklaratif yaitu sebuah unsur tambahan yang menjadi  syarat berdirinya suatu negara, unsur ini boleh saja tidak dimiliki oleh calon sebuah negara. Berhubungan dengan unsur negara, di tahun 1993 ada sebuah konvensi yang mengatur mengenai apa saja yang harus dipenuhi untuk membentuk sebuah negara. Konvensi tersebut dinamakan dengan Konvensi Montevideo. Berdasarkan Konvensi Montevideo, unsur berdirinya sebuah negara terdiri dari berikut ini:
- Ada penduduk atau Rakyat
- Ada lingkungan kekuasaan/ Wilayah
- Ada kekuasaan tertinggi/ pemerintah yang berdaulat
- Adanya kesanggupan menjalin hubungan dengan negara lain.
- Adanya deklaratif (Pengakuan).

Unsur Pokok Terbentuknya Negara (Unsur Konstitutif Negara)

Unsur pokok merupakan syarat mutlak berdirinya sebuah negara. Unsur pokok juga disebut dengan unsur pembentuk atau unsur konsitutif. Unsur pokok berdirinya sebuah negara terdiri dari rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berdaulat.  Penjelasan secara rinci tentang unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:
1. Adanya Rakyat
Pengertian rakyat yaitu semua penduduk atau orang yang berada di sebuah wilayah negara dan patuh terhadap aturan yang ditetapkan di negara tersebut. Karena hal tersebutlah maka adanya rakyat merupakan unsur yang sangat penting untuk berdirinya sebuah negara. Rakyat juga dibagi terbagi lagi menjadi warga negara dan bukan warga negara serta penduduk dan bukan penduduk. Warga Negara yaitu orang yang secara hukum telah menjadi anggota sebuah negara. Bukan Warga Negara  yaitu orang yang tinggal atau berada di sebuah negara, tetapi secara hukum tidak menjadi anggota negara tersebut. Penduduk yaitu orang yang berdomisili atau menetap di suatu negara. Sedangkan Bukan Penduduk yaitu orang yang berada di suatu negara hanya sementara waktu. Jadi unsur pertama yang harus dipenuhi untuk berdirinya negara adalah rakyat.
Artikel Terkait: Pengertian Rakyat
2. Adanya Wilayah
Unsur terbentuknya negara setelah rakyat selanjutnya yaitu adanya wilayah. Untuk menunjang terbentuknya suatu negara unsur wilayah merupakan unsur yang sangat penting. Kenapa penting? Karena mustahil suatu negara dapat terbentuk tanpa adanya wilayah. Unsur wilayah inilah yang dijadikan tempat penyelenggaraan pemerintahan dan ditempati oleh rakyat. Wilayah sebuah negara yaitu kesatuan ruang yang terdiri dari daratan, udara, lautan, dan wilayah/ daerah ekstrateritorial.
Artikel Terkait: Pengertian Wilayah
- Wilayah Daratan
Wilayah Daratan adalah sebuah tempat yang dijadikan tempat bermukim penduduk atau warga suatu Negara. Daratan sebuah negara memiliki batas-batas wilayah yang ditetapkan atau diatur hukum negara dan juga perjanjian yang ditetapkan dengan negara tetangga.
- Wilayah Lautan
Wilayah Lautan yaitu wilayah sebuah negara yang berbagi atas laut teritorial, Zona Ekonomi Ekskulusif (ZEE), Zona tambahan, landasan kontinen (landasan benua). Laut teritorial yaitu batas laut diukur dari garis pantai sepanjang 12 mil. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yaitu wilayah wilayah lautan yang diukur dari garis pantai sepanjang 200 mil.  Zona tambahan yaitu batas 24 mil dari garis laut suatu negara atau 12 mil dari luar lautan. Landasan kontinen (landasan benua) yaitu wilayah lautan yang letaknya di luar teritorial dengan jarak kurang lebih 200 mil laut diukur dari garis pantai yang meliputi daerah dasar laut dan daerah yang berada di bawahnya.
- Wilayah Udara
Wilayah Udara yaitu semua ruang yang letaknya berada di atas wilayah negara baik di atas daratan maupun di atas lautan.
- Wilayah Ekstrateritorial
Wilayah Ekstrateritorial yaitu wilayah yang secara hukum internasional diakui sebagai wilayah kekuasaan sebuah negara walaupun wilayahnya berada di wilayah negara lain. Sebagai contoh, Kantor kedutaan Indonesia yang berada di di negara lain, itu disebut dengan wilayah ekstrateritorial Indonesia. Jadi kantor kedutaan suatu negara berada di luar negeri itu merupakan wilayah ekstrateritorial.
3. Adanya Pemerintahan
Unsur pokok terbentuknya suatu negara yaitu adanya pemerintahan. Yang dimaksud unsur pemerintahan di sini yaitu pemerintahan yang sah dan mempunyai kedaulatan. Maksud dari pemerintahan yang sah yaitu pemerintahan yang telah diakui rakyatnya untuk menjalankan pemerintahan. Selanjutnya, maksud dari pemerintahan yang berdaulat yaitu pemerintahan yang mempunyai kekuasaan penuh untuk mengatur berjalannya suatu negara.
Artikel Terkait: Pengertian Pemerintahan yang Berdaulat.

Unsur Deklaratif Terbentuknya Negara

Sebagai syarat terbentuknya suatu negara, selain unsur pokok juga terdapat unsur deklaratif. Unsur deklaratif yaitu bentuk pengakuan dari negara lain. Jadi unsur ini menerangkan keberadaan suatu negara diakui oleh negara lain. Sebuah negara baru, yang baru terbentuk sangat penting untuk menerangkan keberadaan negaranya supaya dapat dikenal oleh negara lain. Tujuan supaya di kenal negara lain yaitu untuk menjalin hubungan hubungan antar negara.
Demikian penjelasan yang dapat kami jelaskan mengenai Unsur-unsur Terbentuknya Negara, semoga penjelasan di atas dapat memberikan manfaat.
Read more >>

Macam-macam Norma dan Contohnya

Macam-macam Norma dan Contohnya – Supaya tercipta kehidupan yang tertib dan teratur, norma dijadikan sebagai acuan dalam bertindak dan berpikir. Peranan penting norma dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari fungsinya yaitu untuk mengatur kehidupan dalam bermasyarakat. Pembagian norma dibagi menjadi 4 macam diantaranya yaitu norma kesusilaan, norma agama, norma adat, dan norma hukum. Semua norma tersebut mempunyai keterkaitan dan saling mendukung antara norma yang satu dengan norma yang lainnya. Dalam artikel ini kami akan memperkenalkan kepada anda lebih jauh tentang 4 macam norma yang kami sebutkan tersebut.
Macam-macam Norma

Macam Macam Norma

Berikut ini penjelasan dari 4 macam norma yang sudah kami sebutkan di atas.
1. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalan peraturan hidup mengenai baik atau buruknya sebuah tindakan atau perbuatan setiap orang yang bersumber dari hati nurani. Norma kesusilaan dipercayai masyarakat sebagai tuntunan hidup yang dipercayai kebenarannya. Karena letak norma kesusilaan ini berada dalam hati nurani, maka tindakan pelanggaran norma kesusilaan ini dapat disebut pengingkaran kepada hati nurani. Orang yang melanggar norma kesusilaan ini akan mendapat sanksi yaitu perasaan gelisah, menyesal dan perasaan malu. Tetapi ada juga orang yang tidak mempunyai hati nurani tidak akan merasa menyesal atas kesalahan yang dilakukannya. Sebagai contoh orang yang melanggar norma kesusilaan yaitu berbohong kepada orang lain, mengambil hak orang lain dan lain-lain.
Selengkapnya baca Artikel: Pengertian Norma Kesusilaan dan Contohnya.
2. Norma Agama
Norma agama adalah norma tertua yang telah ada dalam kehidupan manusia. Kehadiran norma ini lahir bersamaan dengan hadirnya manusia di dunia ini. Norma agama merupakan norma yang dijadikan petunjuk hidup yang sumbernya berasal dari Tuhan. Norma agama mengajarkan untuk mematuhi segala perintah, anjuran dari Tuhan dan menjauhi larangannya. Norma agama umumnya terdapat di dalam kitab suci para pemeluk agama dan norma tersebut diyakini para pemeluk agama sebagai pedoman hidup untuk menuju jalan kebenaran. Norma agama sebagian besar bersifat universal (umum). Maksudnya yaitu bahwa norma tersebut berlaku untuk semua golongan manusia yang ada di dunia ini terlepas dari agama yang dipeluknya.
Contoh norma agama yaitu semua agama mengajarkan kepada umatnya agar tidak berbuat jahat kepada orang lain. Jika melanggarnya maka akan memperoleh sanksi berupa dosa dan akan di siksa di akhirat.
Selengkapnya baca Artikel: Pengertian Norma Agama dan Contohnya.
3. Norma Adat
Norma adat adalah sebuah peraturan hidup yang beersumber dari tradisi yang berlaku pada sekelompok masyarakat yang dipercayai sebagai pedoman, tuntunan, panduan dalam hidup sehari-hari. Norma ini diwariskan secara turun-temurun dan kelestariannya dijaga untuk diwariskan ke generasi berikutnya. Norma adat sifatnya tidak universal, maksudnya steiap kelompok masyarakat mempunyai norma adat yang berbeda-beda. Karena itulah maka sanksi bagi orang yang melanggar norma adat berasal dari kelompok itu juga. Pada umumnya orang yang mempunyai wewenang untu mengawasi penggunaan norma adat adalah seorang ketua adat atau pemimpin adat.
Selengkapnya baca Artikel: Pengertian Norma Adat dan Contohnya.
4. Norma Hukum
Norma hukum adalah aturan berupa perintah dan larangan yang sumbernya berasal dari Negara melalui lembaga atau badan yang berwenang. Norma hukum sifatnya memaksa dan tegas, bagi yang melanggar akan dikenai sanksi yang tegas. Di dalam kehidupan bermasyarakat norma hukum mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjaga ketertiban. Setiap orang mempunyai tugas untuk mengetahui, memahami hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat.  Adanya norma hukum ini akan membuat hak dan kewajiban warga masyarakat terpelihara dan terjaga sehingga kehidupan menjadi tertib, teratur dan terciptanya kedamaian.
Selengkapnya baca Artikel: Pengertian Norma Hukum dan Contohnya.
Demikian penjelasan singkat yang dapat kami berikan tentang Macam Macam Norma dan Contohnya semoga dapat memberikan manfaat.
Read more >>

Pengertian Norma Hukum dan Contohnya

Pengertian Norma Hukum dan Contohnya – Apa itu norma hukum? Norma hukum merupakan suatu norma yang diterapkan masyarakat untuk mengatur hidupnya. Tetapi, norma hukum ini berbeda dengan norma lainnya, karena norma hukum bentuknya tertulis, selain itu penyusunannya secara resmi dipegang oleh lembaga yang mempunyai wewenang di bawah naungan Negara. Cakupan norma hukum sangat luas, karena menaungi semua warga Negara tanpa terkecuali.
Norma Hukum
Lihat juga artikel: Pengertian Norma: Apa itu Norma?
Di bawah ini penjelasan selengkapnya mengenai norma hukum, dan contoh penerapannya dalam kehidupan masyarakat.

Pengertian Norma Hukum

Apa sih norma hukum itu? Pengertian norma hukum adalah peraturan, ketetapan atau undang-undang yang telah dibuat oleh Negara. Biasanya norma hukum berbentuk tertulis, dan dijadikan sebagai rujukan dan pegangan konkret bagi seluruh lapisan masyarakat baik dalam berperilaku maupun dalam memberikan sanksi bagi yang melanggar norma tersebut. Norma hukum diciptakan oleh pihak yang berwenang dengan tujuan mengatur hubungan antar warga Negara dengan pemerintahnya, antar warga Negara bahkan antar warga suatu masyarakat. Norma hukum sifatnya memaksa, dan tegas apabila ada yang melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi berupa hukuman.
Lihat juga Artikel: Pengertian norma Adat dan Contohnya
Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara terdapat banyak jenis norma hukum yang kita kenal diantaranya yaitu hukum perdata, hukum pidana, hukum acara, hukum internasional, hukum agama dan yang lainnya. Dari sekian banyak jenis hukum yang ada yang paling banyak kita jumpai pada kehidupan kita yaitu hukum perdata dan hukum pidana. Berikut ini penjelasan tentang jenis hukum yang perlu diketahui.
- Hukum Acara adalah hukum yang mengatur mengenai pemeriksaan, penentuan dan pemutusan sebuah perkara atau masalah. Hukum acara ini dibagi menjadi 2 macam yaitu hukum perdata dan hukum pidana.
- Hukum Perdata merupakan hukum yang diatur dalam KUH Perdata. Hukum perdata ini disebut juga hukum public atau privat. Hukum perdata yaitu hukum yang mengatur mengenai hak harta benda dan juga mengatur tentang hubungan antarindividu dalam kehidupan bermasyarakat.
Lihat Selengkapnya Artikel: Pengertian Hukum Perdata
- Hukum Pidana adalah hukum tentang pelanggaran, kejahatan atau perbuatan kriminal dengan sanksi-sanksi bagi yang melanggar hukum pidana. Contoh: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang megatur mengenai hukum pidana.
Lihat Selengkapnya Artikel: Pengertian hukum Pidana

Contoh Norma Hukum

Berikut ini beberapa contoh norma hukum yang biasa diterapkan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:
- Setiap warga yang usianya sudah 17 tahun wajib memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).
- KK (Kartu Keluarga) wajib dimiliki Kepala Keluarga.
- Setiap anak wajib mengikuti pendidikan atau sekolah.
- Menjaga keamanan di lingkungan contohnya ikut melaksanakan siskampling.
- Hukuman harus dikenakan terhadap orang yang melakukan kesalahan misalnya korupsi.
- Warga yang menginap di tempat kerabat atau di daerah lain harus lapor ketua RT yang setempat.
- Peraturan lalu lintas wajib ditaati pengguna jalan raya, contohnya mengenakan helm pada saat mengendarai motor, mentaati rambu-rambu lalu lintas.
Demikian penjelasan yang dapat kami berikan tentang Pengertian Norma Hukum dan Contohnya, semoga penjelasan di atas dapat memberikan manfaat.
Read more >>

Pengertian Norma Adat dan Contohnya

Pengertian Norma Adat dan Contohnya – Tahukah kamu apa itu norma adat? Norma adat adalah suatu aturan atau kaidah yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat secara turun temurun yang diyakini sebagai sesuatu yang dinilai baik. Norma adat sebagai pelengkap hkum tertulis, karena norma adat termasuk dalam hukum yang tidak tertulis. Yang menjadi sumber hukum adat ialah kebiasaan, kepatuhan dan kepantasan yang berkembang dan berlaku di suatu  masyarakat tertentu. Pertumbuhan norma adat ini tumbuh seiring dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat. Orang yang melanggar norma adat akan dikenakan sanksi, sanksinya bisa berupa dikucilkan dari masyarakat.
Norma Adat
Baca juga Artikel: Pengertian Norma: Apa itu Norma?
Norma adat sebagai norma yang berkembang turun-temurun, norma adat juga dijadikan sebagai pegangan hidup yang berjalan dan berlaku. Umumnya masyarakat tidak mau merubah norma adat karena takut berkurangnya keberuntungan atau juga takut terjadi bencana yang melanda kehidupan mereka. Umumnya masyarakat yang masih memegang teguh norma adat, hidup dalam masyarakat tradisional.
Berikut ini akan saya jelaskan beberapa tentang

Contoh Norma Adat

Adapun Contoh norma adat yang sampai sekarang berjalan di Indonesia yaitu Pada orang Batak (Tapanuli) dilarang melakukan pernikahan yang marganya sama. Kenapa begitu karena orang batak meyakini pernikahan dengan marga yang sama itu sama saja pernikahan dengan sesama saudara. Begitu juga yang terjadi pada masyarakat suku Dayak. Dalam masyarakat suku dayak mewajibkan pernikahan antarkeluarga yang masih ada dalam satu rumpum suku bangsa yang bersangkutan. Pernikahan tersebut disebut dengan sistem endogami.
Baca juga Artikel: Pengertian Norma Agama dan Contohnya
Demikian penjelasan yang dapat kami uraian mengenai Pengertian Norma Adat dan Contohnya, semoga dapat memberikan manfaat.
Read more >>

Pengertian Norma Agama dan Contohnya

Pengertian Norma Agama dan Contohnya – Apa itu norma agama? Bagi yang belum tahu akan kami jelaskan, tetapi sebelum kami menjelaskannya tentunya kita tahu kalau setiap manusia pasti mendambakan kehidupan yang damai, tentram dan harmonis dalam kehidupannya. Dari sinilah peranan-peranan penting sebuah norma untuk meraih tujuan tersebut, salah satunya yaitu norma agama. Apakah pentingnya norma agama itu? Norma agama merupakan norma yang penting yaitu norma yang memberikan kaidah atau aturan yang fungsinya sebagai pedoman, penerang, dan petunjuk manusia dalam menjalani kehidupan. Petunjuk atau aturan dalam hidup ini bersifat pasti dan tidak ada rasa-ragu karena bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Karena itulah maka norma agama dapat juga disebut bentuk kasih sayang Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia, Tujuannya supaya manusia selamat dalam menjalankan hidup di dunia ini hingga di akhirat kelak. Berikut ini merupakan uraian lebih lanjut mengenai norma agama.
Norma Agama
Baca juga Artikel: Pengertian Norma: Apa itu Norma?
Berikut ini adalah penjelasan secara rinci yang akan saya sampaikan tentang

Pengertian Norma Agama

Apa yang dimaksud dengan Norma Agama? Pengertian norma agama adalah kumpulan petunjuk atau kaidah kehidupan yang bersumber langsung dari Tuhan  Yang Maha Esa melalui suatu ajaran agama. Penganut suatu ajaran agama dituntut untuk taat mutlak terhadap norma agamanya. Jadi norma agama ini mewajibkan penganut suatu agama tertentu untuk mentaati apa saja yang diperitahkan dana apa saja yang dilarang agama tersebut. Norma agama bersifat mutlak dan tidak dapat diubah atau ditawar, jadi wajib ditaati bagi penganutnya. Bagi sebagian manusia, meyakini bahwa norma agama merupakan norma yang tertinggi nilainya. Norma agama sering dijadikan sebagai landasan dasar dalam berpikir, berperilaku, dan berbuat untuk mewujudkan kehidupan yang serasi dan selaras. Hal tersebut dikarenakan norma agama mengatur hubungan antara manusia dengna Tuhan YME, mengatur hubungan antara sesama manusia dan juga mengatur hubungan antara manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan YME yang lainnya.
Baca juga Artikel: Pengertian Norma Kesusilaan dan Contohnya
Orang yang melanggar norma agama itu berarti orang tersebut menentang pringah dan larangan Tuhan YME. Orang yang melanggar norma agama ini akan memperoleh sanksi yaitu berupa dosa. Dan Akibat pelanggarannya maka akan memperoleh hkuman di Akhirat kelak.

Contoh Norma Agama

Di dalam kehidupan sehari-hari Contoh norma agama bisa berupa dalam bentuk-bentuk berikut ini:
Menjalankan Ibadah dengan Sebaik-baiknya
Semua pemeluk agama wajib untuk melakukan ibadah sesuai dengan agama yang dipeluknya. Contohnya umat Islam beribadah di masjid, Umat Kristen beribadah di greja, Umat budha beribadah di wihara dan umat hindu beribadah di pura.
Memberikan bantuan kepada orang yang kurang mampu
Salah satu contoh norma agama adalah saling membantu. Setiap agama mengajarkan bahwa sikap tolong menolong antar manusia itu hukumnya wajib. Orang yang suka memberi bantuan terhadap orang yang membutuhkan akan memperoleh pahala yang besar dari Tuhan Yang Maha Esa.
Menghindari  dan menjauhi barang memabukkan seperti miras, narkoba, dan lain-lain.
Di dalam setiap agama, semua hal yang dapat memabukkan atau menghilangkan kesadaran pasti dilarang. Jika seseorang kehilangan kesadaran maka akan mudah terjadi kekacuan. Pastinya hal tersebut sangat bertentangan dengan tujuan norma yaitu untuk ketentraman. Karena itulah maka setiap agama sangat keras melarangnya.
Dilarang merampok, mencuri, bahkan membunuh sesama umat manusia
Setiap agama pastinya mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berbuat baik dan dilarang untuk merampok, mencuri bahkan membunuh sesame umat manusia. Orang yang melakukan perbuatan yang tidak baik tersebut akan mendapatkan dosa dan siksaan kelak di akhirat.
Demikian penjelasan mengenai Pengertian Norma Agama dan contohnya, semoga dapat memberikan manfaat.
Read more >>