Skip to main content

Pengertian Inflasi Jenis Inflasi dan Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pengertian inflasi jenis inflasi dan apa penyebab dan cara mengatasinya – Kenaikan inflasi tentunya akan sangat mempengaruhi harga pasar semua hal yang kita butuhkan dalam kehidpuan sehari-hari kita. Selain itu apabila kamu adalah seorang pelaku bisnis, tentunya inflasi akan sangat berpengaruh terhadap proses operasional bisnis yang kamu jalani. Karena itu kita harus mempelajari apa itu inflasi. Dalam pembahasan inilah kami akan menjelaskan seperti apa yang dimaksud dengan inflasi itu. Pembahasan ini mulai dari pengertian inflasi secara umum dan pengertian inflasi menurut para ahli, kemudian di lanjut dengan jenis-jenis inflasi. Selain itu di sini juga kami bahas tentang penyebab inflasi dan cara mengatasi inflasi serta dampak jika terjadi inflasi. Oke mari simak definisi inflasi atau arti dari inflasi berikut ini.

Pengertian Inflasi Jenis Inflasi dan Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pengertian Inflasi

Pengertian inflasi adalah suatu keadaan di mana perekonomian pada suatu negara terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang maupun jasa secara umum dan terus-menerus dalam waktu yang lama (continue), disebabkan karena ketidak seimbangan antara arus uang dan barang. Kenaikan harga yang bersifat sementara tidak dapat disebut sebagai inflasi. Umumnya inflasi itu terjadi pada saat jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan.

Degnan kata lain arti inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa, yang pada umumnya berlangsung secara terus-menerus. Apabila harga barang dan jasa di dalam negeri mengalami kenaikan, maka akan mengalami kenaikan inflasi. Naiknya harga barang dan jasa tersebutlah yang dapat menyebabkan turunnya nilai uang. Sehingga secara sederhananya definisi inflasi adalah penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami seperti apa pengertian dari inflasi, maka berikut ini adalah penjelasan tentang definisi inflasi menurut para ahli:

Pengertian Inflasi Menurut Winardi

Inflasi yaitu suatu periode dalam masa tertentu, dimana terjadi penurunan kekuatan dalam membelli terhadap kesatuan moneter. Inflasi bisa terjadi jika nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak daripada jumlah barang atau jasa yang ditawarkan.

Pengertian Inflasi Menurut Nopirin

Jelaskan pengertian inflasi menurut nopirin? Inflasi adalah sebuah proses dari suatu kenaikan harga pada umumnya dan akan mengalami pergerakan secara terus-menerus, misalnya yaitu pada barang-barang primer yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Jenis-jenis Inflasi

Inflasi terbagi menjadi 3 jenis yaitu berdasarkan tingkat keparahannya, berdasarkan penyebabnya dan berdasarkan sumbernya. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Jenis-jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan

Adapun jenis jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahannya adalah sebagai berikut:

  • Inflasi ringan adalah inflasi yang mudah dikendalikan dan belum terlalu mengganggu perekonomian pada suatu negara. Dalam setahun kenaikan harga barang masih di bawah angka 10%.
  • Inflasi sedang adalah inflasi yang bisa menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang berpenghasilan tetap, akan tetapi belum membahayakan kegiatan perekonomian suatu negara. Inflasi ini berada pada kisaran antara 10% sampai 30% Per tahun.
  • Inflasi berat adalah inflasi yang dapat mengakibatkan terjadinya kehancuran perekonomian di suatu negara. Umumnya pada kondisi ini masyarakat akan lebih memilih untuk menyimpan barang dan tidak mau menabung karena bunga yang didapat jauh lebih rendah daripada nilai inflasi. Inflasi ini berada pada kisaran antara 30% sampai 100% per tahun.
  • Inflasi sangat berat atau hyperinflation adalah inflasi yang sudah menghancurkan perekonomian pada suatu negara dan sulit sekali untuk dikendalikan meskipun dilakukan sebuah kebijakan moneter dan fiskal sekalipun. Inflasi ini berada pada kisaran 100% per tahun.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

2. Jenis-jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Beberapa jenis inflasi berdasarkan penyebabnya adalah sebagai berikut ini:

  • Demand pull inflation adalah inflasi yang terjadi karena adanya permintaan barang atau jasa lebih tinggi dari yang dapat dipenuhi produsen.
  • Cost push inflation adalah inflasi yang terjadi karena adanya kenaikan biaya produksi sehingga membuat harga penawaran barang menjadi naik.
  • Bottle neck inflation adalah inflasi campuran yang disebabkan adanya faktor permintaan dan faktor penawaran.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

3. Jenis-jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Jenis inflasi berdasarkan sumbernya diantaranya yaitu:

  • Domestic inflation adalah inflasi yang bersumber dari domestik atau dalam negeri. Penyebab inflasi ini yaitu meningkatnya jumlah uang yang beredar di masyarakat, naiknya harga barang dan jasa, tingginya permintaan masyarakat, suplai terbatas atau terganggu, naiknya biaya produksi, dan lain-lain.
  • Imported inflation adalah inflasi yang bersumber dari luar negeri. Penyebab terjadinya inflasi ini yaitu semakin mahalnya harga barang-barang impor (dari luar negeri) karena terjadi kenaikan harga di negara asalnya.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Penyebab Inflasi

Inflasi tidak dapat terjadi dengan begitu saja, akan tetapi disebabkan oleh beberapa faktor. Secara umum, penyebab inflasi adalah adanya peningkatan permintaan dan kenaikan biaya produksi, berikut ini penjelasannya:

1. Meningkatnya Jumlah Permintaan (Demand Pull Inflation)

Adanya peningkatan permintaan untuk jenis barang atau jasa tertentu merupakan penyebab terjadinya inflasi. Dimana ketika permintaan naik, tetapi stok atau suplai terbatas, pasti akan terjadi lonjakan harga.

2. Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Terjadinya peningkatan biaya produksi merupakan penyebab terjadinya inflasi. Peningkatan biaya produsi terjadi karena naiknya harga bahan baku dan upah kerja. Dari situlah, produsen akan melakukan tindakan mengerek harga jual barang atau jasa.

3. Jumlah Uang yang Beredar Tinggi

Jika uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dari pada yang dibutuhkan maka dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Pada saat jumlah uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka harga barang pun akan mengalami kenaikan yang setara. Hal tersebut karena adanya peningkatan daya beli masyarakat, namun stok barang tetap statis.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Cara Mengatasi Inflasi

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi terjadinya inflasi, diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

Cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Fiskal

Bagaimana cara mengatasi inflasi dengan kebijakan fiskal? cara mengatasi inflasi dengan menggunakan kebijakan fiskal adalah sebagai berikut:

1. Pengaturan Pengeluaran Pemerintah

Kebijakan ini dapat memungkinkan pemerintah untuk mengendalikan pengeluarannya supaya perekonomian tetap dalam keadaan stabil. Pemerintah bisa mengurangi atau menunda pengeluaran supaya jumlah uang yang beredar berkurang.

2. Peningkatan Tarif Pajak

Tujuan dari kebijakan ini yaitu untuk mengurangi banyaknya uang yang beredar di masyarakat karena sebagian penghasilan masyarakat diberikan kepada negara sebagai pajak. Akibat dari kebijakan ini yaitu daya beli masyarakat menjadi berkurang sehingga inflasi bisa dikendalikan.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Moneter

Bagaimana cara mengatasi inflasi dengan kebijakan moneter? cara mengatasi inflasi dengan kebijakan moneter dapat dilakukan oleh bank dengan cara sebagai berikut:

1. Cadangan Kas Minimum

Kebijakan ini berkaitan dengan penentuan cadangan kas bank umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dilakukannya kebijakan ini akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Apabila ingin menambah banyaknya uang yang beredar, maka Bank Indonesia akan menurunkan ketentuan cadangan kas minimum bank umum. Kebijakan ini akan mendorong bank umum untuk menyalurkan kredit dalam jumlah uang besar. Begitu pula sebaliknya, apabila ingin mengurangi jumlah uang yang beredar, maka Bank Indonesia bisa meningkatkan cadangan kas minimum bank umum. Dengan mengurangi jumlah uang yang beredar, maka inflasi bisa ditekan.

2. Politik Diskonto (Discount Policy)

Kebijakan politik diskonto dilakukan dengan cara meningkatkan ataupun menurunkan tingkat suku bunga kredit yang dibayar oleh Bank Umum kepada Bank Indonesia. Apabila diskonto naik, maka biaya peminjaman dari Bank Indonesia akan semakin tinggi, sehingga keinginan bank umum untuk meminjam dana akan menjadi berkurang. Tentunya melalui kebijakan ini akan berpengaruh terhadap penentuan tingkat suku bank kredit bank umum yang diberikan kepada masyarakat.

3. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Merupakan suatu kebijakan moneter yang dilakukan dengan menjual ataupun membeli surat berharga di pasar uang, sebagai contoh SBI (sertifikat Bank Indonesia), yang merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai surat pengakuan utang jangka pendek pada sistem diskonto.

4. Kredit Selektif

Kebijakan ini berhubungan dengan upaya untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan cara memperketat penyaluran kredit. Untuk melakukan upaya ini bank Indonesia bisa dengan memperketat syarat kredit, yaitu karakter,jaminan, kemampuan, modal serta kondisi ekonomi. Dengan adanya kebijakan kredit selektif ini akan berdampak pada keinginan masyarakat dan bank umum untuk meminjam uang.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Non Moneter dan Non Fiskal

Cara mengatasi inflasi melalui kebijakan non moneter dan non fiskal yaitu:

1. Peningkatan Produksi

Kegiatan produksi bisa ditingkatkan dengan cara penambahan investasi, subsidi, perlindungan usaha, penurunan bea ekspor. Melakukan peningkatan produksi ketika jumlah uang beredar besar tidak akan dapat menimbulkan inflasi. Namun, peningkatan produksi apat meningkatkan kemampuan perekonomian pada suatu negara.

2. Kebijakan Upah

Kebijakan upah berkaitan dengan peningkatan tarif pajak penghasilan. Naiknya tarif pejak penghasilan, dapat menurunkan pendapatan yang siap dibelanjakan. Ini berarti bahwa masyarakat akan mendapatkan penghasilan dalam jumlah yang lebih sedikit akibat dari kenaikan tarif pajak.

3. Pengawasan Harga

Kebijakan pengawasan harga ini bertujuan untuk mengendalikan tingkat harga yang ditetapkan oleh produsen. Di dalam konsep ekonomi, produsen akan berusaha mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan cara menaikkan harga jual.

4. Pengaturan Distribusi Barang

Kenaikan harga beberapa barang yang menjadi kebutuhan pokok akan mendorong pemerintah untuk menyalurkan atau mendistribusikan barang secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan pemerintah dalam mendistribusikan barang dapat diwujudkan dalam operasi pasar yaitu menawarkan barang-barang kebutuhan di bawah harga pasar kepada masyarakat (pasar murah).

5. Kebijakan dalam Bidang Perdagangan Internasional

Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ekspor dan impor. Dalam upaya mengatasi inflasi, pemerintah bisa menurunkan bea masuk barang impor. Dengan begitu maka dapat menyebabkan tingkat harga barang impor menjadi menurun dan jumlah barang impor yang beredar akan semakin bertambah.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Dampak Inflasi

Dampak inflasi terhadap perekonomian suatu negara itu ada yang berdampak positif dan ada pula yang berdampak negatif. Berikut ini adalah penjelasan dari dampak-dampak inflasi:

1. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Dalam kondisi tertentu, misalnya ketika inflasi lunak, maka akan mendorong para pengusaha untuk memperluas produksinya sehingga dapat meningkatkan perekonomian. Tetapi dampak inflasi terhadap orang yang berpenghasilan tetap akan berdampak buruk karena nilai uangnya tetap sedangkan harga barang maupun jasa naik.

2. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Pada saat terjadi inflasi kemampuan ekspor suatu negara akan berkurang, hal itu karena biaya ekspor menjadi lebih mahal. Selain itu daya saing barang ekspor juga akan mengalami penurunan, hingga pada akhirnya pendapatan devisa akan berkurang.

3. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung

Ketika terjadi inflasi, maka akan membuat minat menabung menjadi berkurang, hal itu disebabkan karena pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil , sedangkan penabung harus membayar biaya administrasi tabungannya.

4. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Terjadinya inflasi dapat berdampak sulitnya perhitungan penetapan harga pokok karena bisa menjadi terlalu besar atau terlalu kecil. Persentase inflasi yang terjadi di masa mendatang seringkali tidak bisa diperkirakan secara akurat.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Itulah penjelasan yang dapat kami tulis tenetang pengertian inflasi jenis inflasi dan apa penyebab dan cara mengatasinya. Semoga apa yang kami tulis dalam blog temukan pengertian di atas dapat bermanfaat bagi kita.

Tambahkan aplikasi Temukan Pengertian di smartphone tanpa install, buka Temukan Pengertian dengan browser Chrome di smartphone kemudian klik ikon 3 titikdi browser lalu pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya buka aplikasi Temukan Pengertian dari layar utama smartphone Anda.
Buka Komentar
Tutup Komentar