--> Skip to main content

Pengertian Tujuan dan Instrumen Kebijakan Moneter serta Jenisnya

Pengertian tujuan dan instrumen kebijakan moneter – Dalam konteks ekonomi makro, tingkat kesuksesan sebuah bisnis itu tidak hanya bergantung pada pergerakan usaha itu sendiri, akan tetapi juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan moneter yang dibuat oleh negara dalam hal ini yaitu Bank Sentral. Apa itu kebijakan moneter? Seperti apa yang dimaksud kebijakan moneter? Nah dalam pembahasan ini kami akan membahas pengertian tujuan instrumen kebijakan moneter dan jenis-jenis kebijakan moneter.

Pengertian Tujuan dan Instrumen Kebijakan Moneter

Pengertian Kebijakan Moneter

Pengertian kebijakan moneter adalah otoritas atau wewenang Bank Indonesia untuk memelihara dan mencapai stabilitas nilai mata uang yang bisa dilakukan dengan cara pengendalian jumlah uang yang beredar di masyarakat dan penetapan suku bunga. Dapat pula di definisikan bahwa: Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral dalam hal mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan cara menaikkan suku bunga di bank. Sehingga masyarakat lebih tertarik untuk menabung di bank dengan begitu uang yang beredar dapat dikendalikan.

Jadi kebijakan moneter adalah kebijakan yang ditempuh bank sentral dengan tujuan untuk menjaga dan mencapai stabilitas nilai mata uang yang dapat dilakukan dengan mengendalikan jumlah uang yang beredar di negara dan melakukan penetapan suku bunga dan parameter lainnya yang dapat menentukan biaya dan persediaan uang. Dapat pula dikatakan bahwa kebijakan moneter merupakan kebijakan ekonomi yang dibuat untuk mengatur ukuran dan tingkat pertumbuhan pasokan uang di dalam perekonomian negara.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa definisi kebijakan moneter dari beberapa ahli, diantaranya yaitu:

1. Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Adam Smith

Dalam teori ekonomi klasik menganggap bahwa suku bunga riil tidak bisa dipengaruhi oleh kebijakan moneter karena suku bunga tersebut dipengaruhi oleh adanya investasi riil dan tabungan riil.

2. Pengertian Kebijakan Moneter Menurut John Maynard Keynes

Kebijakan menurunkan suku bunga yang rendah sampai angka 0% elastisitas terhadap permintaan uang menjadi tak terhingga. Akibatnya tidak seorang pun yang ingin membeli surat-surat berharga, setiap orang ingin memegang uang dalam bentuk tunai sehingga hal ini akan mengakibatkan permintaan uang menjadi elastis sempurna (Liquidity trap).

3. Pengertian Kebijakan Moneter menurut David Ricardo

Bahwa jumlah atau kualitas uang yang beredar akan berpengaruh terhadap tingkat harga. Apabila jumlah uang yang beredar meningkat, maka harga barang maupun jasa akan ikut naik. Begitu pula sebaliknya, apabila jumlah uang yang beredar berkurang, maka harga barang maupun jasa akan mengalami penurunan

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan kebijakan moneter yang utama adalah untuk menjaga kestabilan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya dunia usaha dan kesempatan kerja. Apabila dirinci tujuan kebijakan moneter adalah sebagai berikut ini:

1. Untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Stabilitas ekonomi adalah keadaan di mana perekonomian yang berjalan bisa sesuai dengan yang diharapkan, dapat terkendali secara berkesinambungan. Itu artinya pertumbuhan arus uang yang beredar di masyarakat seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.

2. Untuk Menjaga Stabilitas Harga

Kebijakan moneter selalu dikaitkan dengan jumlah uang yang beredar serta jumlah barang dan jasa. Interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan sebuah harga. Harga ada kalanya naik atau turun tak beraturan. Sehingga terjadinya perubahan harga tersebut bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Jika harga cenderung mengalami kenaikan secara terus-menerus, maka orang-orang akan membelanjakan semua uangnya yang dapat berakibat terjadinya gejala ekonomi yang disebut sebagai inflasi.

3. Untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja

Apabila banyaknya uang yang beredar bisa seimbang dengan jumlah barang dan jasa, maka perekonomian bisa menjadi stabil. Di posisi ekonomi yang stabil inilah, pengusaha akan mengadakan investasi. Investasi dapat memungkinkan adanya lapangan kerja baru. Dengan adanya lapangan kerja baru atau perluasan usaha itu artinya dapat meningkatkan kesempatan kerja.

4. Untuk Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Pembayaran

Adanya kebijakan moneter bisa memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Apabila negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing, maka harga-harga barang ekspor akan menjadi lebih murah. Sehingga dapat memperkuat daya saing dan dapat meningkatkan jumlah ekspor. Dengan meningkatnya jumalh ekspor, maka dapat memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Instrumen Kebijakan Moneter

Supaya tujuan dari kebijakan moneter bisa tercapai, maka bank sentral perlu melakukan instrumen-instrumen kebijakan moneter. Adapun yang termasuk instrumen kebijakan moneter adalah sebagai berikut ini:

1. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi pasar terbuka adalah salah satu instrumen dalam kebijakan yang diambil bank sentral untuk mengurangi maupun menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan operasi pasar terbuka dilakukan dengan cara jual beli surat berharga yang dilakukan oleh bank sentral. Misalnya menjual SBI (Sertifikat Bank Indonesia) atau membeli surat berharga di pasar modal. Kebijakan ini dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar, tingkat suku bunga, dan nilai tukar.

2. Kebijakan Diskonto (Discount Policy)

Diskonto adalah kebijakan bank sentral dalam mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mengubah diskonto bank umum. Diskonto yaitu menaikkan atau menurunkan suku bunga bank. Apabila bank sentral memmperhitungkan jumlah uang yang beredar telah melebihi kebutuhan (gejala inflasi), maka bank sentral mengeluarkan sebuah keputusan untuk menaikkan suku bunga. Dengan cara meningkatkan suku bunga, maka dapat merangsang keinginan orang untuk menabungkan uangnya.

3. Kebijakan Cadangan Kas

Bank sentral bisa membuat sebuah peraturan untuk meningkatkan atau menurunkan cadangan kas (ratio kas). Bank umum, menerima uang dari nasabah dalam bentuk tabungan, giro, deposito, sertifikat deposito, dan jenis tabungan yang lainnya. Ada persentase tertentu dari uang nasabah yang disetorkan yang tidak boleh dipinjamkan.

4. Kebijakan Kredit Ketat

Melalui kebijakan ini bank ummum boleh meminjamkan dana kepada masyarakat, tetapi harus di dasarkan pada syarat yang ketat dari bank sentral. Syarat tersebut didasarkan pada syarat 5 C yaitu Character, Capability, Collateral, Capital dan Condition of Economy. Biasanya kebijakan ini diambil pada saat ekonomi sedang mengalami gejala inflasi. Dengan adanya kebijakan kredit ketat ini maka jumlah uang yang beredar dapat diawasi.

5. Kebijakan Dorongan Moral (Moral Suasion)

Kebijakan yang dilakukan oleh Bank sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, himbauan dan edaran yang ditujukan kepada bank umum atau pelaku moneter lainnya. Isi pengumuman tersebut bisa berupa ajakan atau larangan untuk menahan pinjaman tabungan atau melepaskan pinjaman.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Jenis-jenis Kebijakan Moneter

Jenis kebijakan moneter terbagi menjadi dua yaitu jenis kebijakan moneter ekspansif dan kontraktif. Berikut ini adalah jenis jenis kebijakan moneter dan penjelasannya.

1. Jenis Kebijakan Moneter Ekspansif

Kebijakan moneter ekspansif adalah kebijakan moneter untuk menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat sedang terjadi depresi ekonomi atau deflasi. Kebijakan moneter ekspansif disebut juga sebagai kebijakan moneter longgar (easy money policy).

2. Jenis Kebijakan Moneter Kontraktif

Kebijakan moneter kontraktif merupakan kebijakan yang dilakukan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian sedang terjadi inflasi. Kebijakan moneter kontraktif disebut sebagai kebijakan uang ketat (tight money policy).

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Baca juga artikel tentang: Pengertian Tujuan dan Macam macam Kebijakan Fiskal

Itulah penjelasan tentang pengertian tujuan dan instrumen kebijakan moneter beserta jenis-jenisnya. Semoga dengan penjelasan tersebut yang telah kami tulis dalam blog temukan pengertian ini dapat menambah pengetahuan kita.

Buka Komentar
Tutup Komentar