Pengertian HIV

Pengertian HIV - Penyakit HIV sampai sekarang ini memang belumm dapat disembuhkan, namun sudah ada pengobatan yang dapat digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit HIV. Dengna pengobatan ini dapat membuat penderita HIV bisa bertahan hidup lebih lama, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan normal. Dengna malakukan diagnosis HIV sejak dini dan juga penanganan yang efektif, maka pengidap penyakit HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV. Nah sekarang yang menjadi pertanyaan tahukah kamu apa itu HIV? Seperti apa yang dimaksud HIV itu? Mungkin ada yang sudah tahu tentang arti penyakit HIV. Bagi yang belum tahu maka di sini kami akan menjelaskan tentang definisi penyakit HIV beserta penjelasannya secara rinci. Penjelasan tersebut meliputi: pengertian HIV , tahapan HIV menjadi penyakit AIDS, gejala gejala HIV, penyebab penularan HIV,  dan cara mencegah HIV. Langsung saja berikut ini penjelasannya.
Pengertian HIV

Pengertian HIV

HIV (human immunodeficiency virus) merupakan virus atau jasad renik yang sangat kecil dan menyenangkan sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini menyerang sel darah putih, sedangkan sel darah putih dalam tubuh manusia berfungsi untuk melawan dan membunuh bibit atau kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, orang yang terkena HIV akan mengalami penurunan daya tahan tubuh dan tidak mampu melawan penyakit yang masuk dan menyerang dalam tubuhnya.

Seseorang yang terinveksi HIV disebut HIV + (HIV positif) atau pengidap HIV. Orang yang telah terinfeksi HIV dalam beberapa tahun pertama belum menunjukkan gejala apa pun sehingga secara fisik terlihat tidak berbeda dengan orang yang sehat. Namun, dia mempunyai potensi sumber penularan, artinya dapat menularkan virus kepada orang lain. Setelah periode 7 hingga 10 tahun, atau jika kekebalan tubuhnya sudah sangat melemah karena berbagai infeksi lain, seorang pngidap HIV mulai menunjukkan gejala dan tanda bermacam-macam penyakit yang muncul karena rendahnya daya tahan tubuh. Pada keadaan ini orang tersebut disebut penderita AIDS.

Tahapan HIV Menjadi Penyakit AIDS

WHO (World Health Organization) pada tahun 1990 telah mengelompokkan berbagai infeksi serta kondisi AIDS dengan mengenalkan sistem tahapan pasien yang terinveksi virus HIV. Berikut ini tahapan hiv berkembang menjadi aids.
  • Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak digolongkan sebagai AIDS
  • Stadium II: manifestasi membran mukosa kecil serta rahang saluran pernapasan atas yang berlubang.
  • Stadium III: diare kronik yang tidak bisa dijelaskan selama lebih dari satu bulan, terjadi infeksi bakteri yang parah serta tuberkulosis.
  • Stadium IV: toksoplasmosis otak, trakea, kandidiasis esofagus, paru-paru atau bronkus, serta sarkoma kaposi. Semua penyakit tersebut merupakan indikator dari AIDS.

Gejala gejala HIV

Sebelum seseorang dapat dikatakan terkena HIV, perlu di identifikasi dengan cara mengenali gejala gejala terkena HIV. gejala gejala orang terkena penyakit HIV.
  • Mengalami demam tinggi yang berkepanjangan.
  • Batuk berkepanjangan
  • Diare kronis yang tidak bisa dijelaskan pada infeksi HIV bisa terjadi disebabkan oleh infeksi baktere serta parasit yang umum (Escherichia coli, Kampilobakter, Listeria, Shigella, dan Salmonella).dan juga infeksi yang tidak umum yaitu oportunistik (Mycobacterium avium complex, mikrosporidiosis, kriptosporidiosis serta virus sitomegalo (CMV) yang menjadi penyebab kolitis.
  • Mengalami batuk, napas pendek, demam dan nyeri dada. Kehilangan nafsu makan, merasakan mual serta muntah-muntah.
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada semua tubuh (lipatan paha, ketiak, leher, serta dibawah telinga.
  • Esofagitis yaitu peradangan di bagian esofatus/ kerongkongan yaitu pada jalur makanan dari mulut menuju lambung. Pada seseorang yang terjangkit HIV, penyakit seperti ini disebabkan oleh infeksi jamur kandidiasis atau virus heerpes simpleks-1  atau virus sitomegalo. Selain itu juga disebabkan oleh mikrobakteria  (kasusnya langka).
  • Sulit untuk berkonsentrasi.
  • Merasakan sakit kepala.
  • Sering kesemutan dan nyeri pada bagian telapak tangan maupun kaki.
  • Respon anggota gerak menjadi lambat.
  • Terjadi serangan virus cacar air maupun cacar api.
  • Tensi darah rendah.
  • Kulit kering dengan bercak-bercak.
  • Terjadi infeksi pada jaringan kulit rambut.

Penularan HIV adalah

Penyebab terjadinya penularan hiv yaitu sebagai berikut ini:
  • Melakukan hubungan bebas dengan bergonta ganti pasangan.
  • Transfusi darah
  • Pemakaian jarmum bekas penderita (jarum tindik, jarum tattoo, jarum akupuntur)
  • Terjadi antara ibu penderita dengan bayi selama masa hamil, kelahiran serta pada masa menyusui.

Cara Mencegah HIV

Cara mencegah HIV adalah dengan cara sebagai berikut ini:
  • Hindarilah hubungan bebas dengan bergonta ganti pasangan.
  • Gunakan pengaman saat melakukan hubungan.
  • Jika seorang Ibu postif terjangkit HIV, sebaiknya jangan hamil.
  • Seorang penderita HIV jangan menjadi pendonor darah.
  • Sebaikya penggunaan jarum suntik sekali pakai buang.

Demikian penjelasan yang bisa saya berikan tentang Pengertian HIV itu. Semoga penjelasan di atas dari blog temukan pengertian ini dapat memberikan manfaat buat anda.

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru

Artikel Terkait