Skip to main content

Pengertian dan Manfaat Intrapreneurship serta Ciri-cirinya

Pengertian dan manfaat intrapreneurship – Masalah perusahaan mulai muncul ketika bisnis mulai semakin berkembang atau ketika bisnis belum menguntungkan dan sedang jatuh. Untuk itulah sebagai seorang pemimpin sebuah bisnis, dalam melakukan bisnis haruslah berpikir dengan konsep kewirausahaan organisasi (intrapreneurship). Apa itu intrapreneurship? Sudah tahukah kamu dengan apa yang dimaksud dengan intrapreneurship? Nah dalam postingan ini akan kami jelaskan tentang arti dari intrapreneurship. Di sini selain membahas definisi intrapreneurship secara umum, juga kami bahas tentang pengertian intrapreneurship menurut beberapa ahli. Selain itu juga akan kami bahas manfaat intrapreneurship, karakteristik kepemimpinan intrapreneurship, ciri ciri intrapreneur beserta dengan faktor penghambat intrapreneurship. Silahkan simak penjelasannya adalah sebagai berikut ini:

Pengertian dan Manfaat Intrapreneurship

Pengertian Intrapreneurship

Jelaskan pengertian intrapreneurship? Intrapreneurship adalah kewirausahaan yang terjadi di dalam organisasi yang merupakan jembatan kesenjangan antara ilmu dengan keinginan pasar. Dapat pula dijelaskan bahwa definisi dari intrapreneurship adalah entrepreneurship (kewirausahaan) dalam perusahaan (entrepreneurship inside of the organization) atau bisa juga diartikan bahwa intrapreneurship adalah entreprenurship yang ada di dalam sebuah perusahaan. Pelaku Intraprenerurship disebut sebagai Intrapreneur.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Pengertian Intrapreneurship Menurut Beberapa Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian intrapreneurship menurut beberapa ahli:

1. Pengertian Intrapreneurship Menurut Susbaeur (1973)

Bahwa Intrapreneurship adalah Intracoporate Enterpreneurship (Kewirausahaan dalam Perusahaan). Selanjutnya dipopulerkan oleh Pinchott (1985) dalam disertasinya. Pinchott (1985) mendefinisikan seorang intrapreneur adalah seseorang yang lebih memfokuskan pada kreativitas dan inovasi serta mentransformasi mimpi ataupun gagasan menjadi usaha yang menguntungkan yang dioperasikan di dalam lingkungan perusahaan.

2. Pengertian Intrapreneurship menurut Sukmadi (2008)

Bahwa intrapreneurship adalah kewirausahaan yang terjadi di dalam sebuah organisasi yang merupakan jembatan kesenjangan antara ilmu dengan keinginan pasar.

3. Pengertian Intrapreneurship menurut Asef Karimi, dkk (2011)

Menyebutkan bahwa Intrapreneurship adalah berakar pada kewirausahaan.

4. Pengertian Intrapreneurship menurut Hisrich (2001)

Bahwa Intrapreneurship adalah suatu metode untuk merangsang dan kemudian memanfaatkan individu dalam suatu organisasi yang berfikir bahwa sesuatu dapat dilakukan secara berbeda dan baik.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Manfaat Intrapreneurship

Manfaat dari intrapreneurship adalah dapat meningkatkan kembali kemampuan suatu perusahaan atau organisasi untuk memiliki keterampilan atau kemampuan yang inovatif. Selain itu juga untuk menciptakan usaha baru dalam sebuah perusahaan atau organisasi yang telah mapan, melalui inovasi produk, proses maupun dalam pengembangan pasar.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Karakteristik Kepemimpinan Intrapreneurship

Karakteristik kepemimpinan intrapreneurship bisa dilihat pada beberapa karakter kepemimpinan intrapreneurship berikut ini:

1. Visionary and Flexible

Intrapreneurship harus mempunyai kemampuan dalam mewujudkan ide-idenya menjadi sebuah kenyataan, mampu beradaptasi dan bekerja dengan efektif dalam situasi yang berbeda.

2. Understand the Environment

Intrapreneurship harus mengerti seluruh aspek lingkungannya, baik itu dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan.

3. Encourage open Discussion

Intrapreneurship harus dapat mengendalikan diskusi terbuka dalam usahanya membentuk tim kerja yang baik.

4. Encourage Team Work

Intrapreneurship harus mempunyai kemampuan dalam membangun tim kerja dan tim kerja tersebut bekerja dengan disiplin.

5. Persists

Intraprenerus harus gigih dan tekun dalam bekerja supaya tujuan bisa tercapai

6. Builds a Coalition of Supporters.

Intrapreneurship harus bisa mencapai tujuannya dengan cara membangun koalisi untuk mendukung inovasinya. Koalisi tersebut bisa terdiri dari pekerja dan juga manajemen puncak.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Ciri ciri Intrapreneur

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri intrapreneurship:

  • Intrapreneur seakan menjadi general manager dari suatu bisnis baru yang belum ada pada perusahaan.
  • Umumnya mempunyai background teknis atau perusahaan, namun tidak memusuhi disiplin kerja yang lain, pandai dalam beradaptasi dan mampu melakukan penyesuaian.
  • Konseptor/ pemikir sekaligus sebagai pelaksana.
  • Melakukan suatu hal yang sesuai dengan kehendak hatinya.
  • Segala bentuk sepak terjangnya hanya berdasar untuk kepentingan usaha.
  • Mempunyai dedikasi yang tinggi dan bersedia mencurahkan waktunya pikiran dan tenaganya supaya mimpinya menjadi kenyataan.
  • Seorang yang mampu meraih target yang ditetapkannya sendiri.
  • Selalu menetapkan standar kerja yang tinggi.
  • Menunjukkan kualitas yang baik.
  • Kegagalan adalah proses belajar.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Faktor Penghambat Intrapreneurship

Berikut ini adalah beberapa faktor penghambat intrapreneurship Eesley dan Longenecker (2006, dikutip Budiharjo, 2011).

  • Gagasan-gagasan tanpa adanya tindak lanjut.
  • Menghukum kesalahan yang disebabkan tindakan risk tiking.
  • Unhealthy politicking dalam organisasi.
  • Tidak adanya dorongan intrapreneurship.
  • Karyawan tidak didorong untuk berpikir mencari sebuah peluang.
  • Komunikasi yang kurang baik antar karyawan dan para pelanggan.
  • Kurang adanya dukungan dari manajemen.
  • Misi dan sasaran perusahaan kurang jelas.
  • Keterbatasan waktu dan sumber daya.
  • Penghasilan keputusan berisiko yang tidak diberikan reward.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Itulah penjelasan yang dapat kami tulis tentang pengertian dan manfaat intrapreneurship. Semoga apa yang sudah kami tulis dalam blog temukan pengertian ini dapat bermanfaat bagi kita.

Buka Komentar
Tutup Komentar