--> Skip to main content

Pengertian Pengolahan Citra Digital Tujuan Konsep Operasi & Contohnya

Pengertian pengolahan citra digital – Saat ini, istilah citra digital tentunya sudah sangat popular. Ada banyak peralatan elektronik yang dapat menghasilkan citra digital, misalnya kamera digital dan mikroskop digital. Selain itu, kini software untuk mengolah citra digital juga sudah sangat popular digunakan oleh para pengguna. Misalnya Adobe Photoshop yang digunakan untuk mengolah foto. Lalu seperti apa yang dimaksud dengan pengolahan citra digital? Nah pada kesempatan kali ini kami akan menguraikan tentang pengertian atau definisi pengolahan citra digital. Tentunya penjelasan ini bertujuan agar bisa paham seperti apa itu pengolahan citra digital. Selain itu, di sini juga kami uraikan tentang tujuan pengolahan citra digital, konsep dasar pengolahan citra, operasi operasi pada pengolahan citra dan contoh pengolahan citra digital. Nah silahkan simak penjelasannya berikut ini:

Pengertian pengolahan citra digital

Pengertian Pengolahan Citra Digital

Definisi pengolahan citra digital yaitu bidang ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana suatu citra itu dibentuk, diolah dan dianalisis sehingga dapat menghasilkan sebuah informasi yang bisa dipahami oleh manusia. Dapat pula dijelaskan bahwa pengolahan citra digital adalah manipulasi dan interprestasi digital dari citra dengan bantuan komputer. Citra sendiri merupakan fungsi dari intensitas cahaya yang direpresentasikan ke dalam bidang 2 dimensi.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Pengertian Pengolahan Citra Digital Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang pengolahan citra digital menurut para ahli:

Pengolahan Citra Digital Menurut Jian (1989)

Bahwa istilah pengolahan citra digital adalah pemrosesan gambar dua dimensi melalui computer digital.

Pengolahan Citra Digital Menurut Efford (2000)

Pengolahan citra digital merupakan istilah yang umum untuk berbagai teknik yang keberadaannya adalah untuk memanipulasi dan memodifikasi citra dengan menggunakan berbagai cara.

Pengolahan Citra Digital Menurut Suhandy (2003)

Pengolahan citra digital adalah sebuah teknologi visual yang dipakai untuk mengamati dan menganalisis sebuah objek tanpa berhubungan secara langsung dengan objek yang diamati itu. Teknologi ini bisa dipakai untuk mengevaluasi mutu suatu produk tanpa merusak produk itu sendiri.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Tujuan Pengolahan Citra Digital

Adapun tujuan atau manfaat pengolahan citra digital sebagai berikut ini:

  • Memperbaiki kualitas gambar, dilihat dari aspek radiometric dan aspek geometric. Aspek radiometric terdiri dari peningkatan kontras, restorasi citra, transformasi warna sedangkan aspek geometric terdiri dari rotasi, skala, translasi, trnsformasi geometric).
  • Melakukan proses penarikan informasi atau deskripsi obyek atau pengenalan obyek yang terkandung pada citra.
  • Melakukan pemilihan citra ciri (feature images) yang optimal untuk tujuan analisis.
  • Melakukan kompresi atau reduksi data untuk tujuan penyimpanan data, transmisi data, dan waktu proses data.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Konsep Dasar Pengolahan Citra

Konsep dasar pengolahan citra dengan data masukan pokok (internal data) berupa langkah berikut:

  1. Pengumpulan data yang relevan, yaitu citra digital.
  2. Klasifikasi atau pengelompokan dengan cara pengkelasan.
  3. Penyusunan data sesuai kelas.
  4. Perhitungan dan manipulasi.
  5. Pengujian ketelitian dan perhitungan.
  6. Penyimpulan dan rekapitulasi hasil.
  7. Informasi.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Operasi Operasi Pada Pengolahan Citra

Operasi-operasi pada pengolahan citra diterapkan pada citra bila:

  1. Perbaikan atau memodifikasi citra dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampakan citra/menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkandung dalam citra (image enhancement). Contoh : perbaikan kontras gelap/terang, perbaikan tepian objek, penajaman, pemberian warna semu, dll.
  2. Adanya cacat pada citra sehingga perlu dihilangkan/diminimumkan (image restoration).Contoh : penghilangan kesamaran (debluring) >> citra tampak kabur karena pengaturan fokus lensa tidak tepat / kamera goyang, penghilangan noise.
  3. Elemen dalam citra perlu dikelompokkan, dicocokan atau diukur (image segmentation). Operasi ini berkaitan erat dengan pengenalan pola.
  4. Diperlukannya ekstraksi ciri-ciri tertentu yang dimiliki citra untuk membantu dalam pengidentifikasian objek (image analysis). Proses segementasi kadangkala diperlukan untuk melokalisasi objek yang diinginkan dari sekelilingnya. Contoh : pendeteksian tepi objek.
  5. Sebagian citra perlu digabung dengan bagian citra yang lain (image reconstruction). Contoh : beberapa foto rontgen digunakan untuk membentuk ulang gambar organ tubuh.
  6. Citra perlu dimampatkan (image compression) contoh : suatu file citra berbentuk BMP berukuran 258 KB dimampatkan dengan metode JPEG menjadi berukuran 49 KB.
  7. Menyembunyikan data rahasia (berupa teks/citra) pada citra sehingga keberadaan data rahasia tersebut tidak diketahui orang (steganografi & watermarking).
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Contoh Pengolahan Citra Digital

Contoh pengolahan citra digital dalam kehidupan sehari hari yaitu melakukan pengolahan gambar atau foto digital menggunakan aplikasi pengolahan citra. Contoh aplikasi pengolahan citra digital adalah sebagai berikut ini:

  1. Corel Painter
  2. Corel Paint Shop Pro Photo
  3. Adobe Photoshop
  4. Corel Photo-Paint
  5. Microsoft Paint
  6. Penggunaan ULTRASONOGRAFI (USG)
  7. Mikroskop Elektron
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Demikianlah penjelasan tentang pengertian pengolahan citra digital. Semoga uraian yang telah kami sampaikan di atas dalam blog temukan pengertian ini dapat bermanfaat.

Buka Komentar
Tutup Komentar