Skip to main content

Pengertian Liberalisme dan Sejarahnya - Kelebihan & Kekurangan

Pengertian liberalisme dan sejarahnya – Dalam suatu negara, banyak paham atau ideologi yang berkembang sejak lama bahkan sampai saat ini masih banyak dianut oleh sekelompok masyarakat. Salah satu ideologi yang dianut oleh masyarakat dan mempunyai sejarah yang menarik adalah liberalisme. apa itu liberalisme? Nah bagi kamu yang belum tahu seperti apa yang dimaksud dengan liberalisme, maka di sini kamu bisa menyimak penjelasan tentang definisi liberalisme. Selain itu juga kami sertakan penjelasan tentang sejarah liberalisme. Tidak hanya itu untuk menambah pemahaman, di sini juga kami bahas tentang ciri-ciri Ideologi liberalisme serta kelebihan dan kekurangan liberalisme.

Pengertian Liberalisme dan Sejarahnya

Pengertian Liberalisme

Pengertian liberalisme adalah suatu paham atau ideologi yang menjunjung tinggi adanya kebebasan dan persamaan hak individu di segala bidang, baik itu dalam bidang politik, ekonomi, sosial, agama atau dalam hal lainnya, yang menyangkut harkat hidup orang banyak.

Atau arrti liberalisme adalah suatu pandangan falsafat dan tradisi politik yang mengusung kebebasan dan kesamaan hak bagi setiap individu dalam masyarakat. Maksudnya yaitu, suatu negara beserta dengan pemerintahannya harus menghormati serta melindungi kebebasan dan hak setiap warganya dalam berbagai macam aspek kehidupan.

Pada umumnya liberalisme tumbuh di dalam sistem demokrasi karena mempunyai konsep kebebasan. Tetapi, meskipun paham liberalisme menjunjung kebebasan individu, kebebasan tersebut tidaklah kebebasan tanpa batas. Karena dalam kebebasan tersebut terdapat keteraturan dan harus bisa dipertanggung jawabkan.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Sejarah Liberalisme

Sejarah munculnya liberalisme yaitu ketika terjadinya peristiwa revolusi perancis pada abad 18 silam. Peristiwa revolusi perancis ini dikarenakan adanya kepincangan sistem dan kesenjangan sosial dalam masyarakat yang begitu mencolok. Pada saat itu di Perancis masih terdapat penggolongan dalam masyarakat, yang mana pada golongan tertentu memperoleh keistimewaan yang tidak mungkin diperoleh oleh golongan lainnya.

Kenyamanan dan hak istimewa tersebut hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berasal dari kalangan atas (dari keluarga kerajaan dan pemuka agama), sedangkan masyarakat yang lain (baik itu yang kaya maupun yang miskin) harus patuh pada masyarakat dari kalangan atas.

Masyarakat yang berasal dari golongan tanpa hak menuntut kemerdekaan dan kebebasan mereka. Pada puncaknya pada tahun 1789, terjadilah sebuah revolusi yang menjadi awal mula terbentuknya golongan liberal (liberalisme). Kemudian paham liberalisme ini menyebar luas ke berbagai negara lain di Eropa yang selanjutnya diterima dan memperoleh dukungan.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Ciri-ciri Ideologi Liberalisme

Dalam sebuah ideologi, pastinya mempunyai karakteristik atau ciri-ciri yang dapat kita kenali. Adapun ciri-ciri ideologi liberalisme adalah sebagai berikut:

1. Setiap individu mempunyai kesempatan yang sama

Salah satu karakteristik yang menjadi nilaik pokok dalam liberalisme adalah setiap individu mempunyai kesempatan yang sama dalam semua bidang. Tetapi bukan berarti setiap orang bisa memberikan hasil yang sama.

Persamaan hak dan kesempatan ini adalah hal yang mutlak ada dalam bidang ideologi ini. Sedangkan hasilnya yang nantinya akan didapatkan oleh setiap individu, tergantung dari berbagai faktor misalnya yaitu kerja keras, keterampilan, sumber daya dan lain-lain.

2. Berhak memperoleh perlakuan yang sama

Setiap orang harus memperoleh perlakuan yang sama. Jadi ketika memperoleh kesempatan yang sama, maka penyelesaian dari setiap masalah yang ada yang dihadapi setiap individu akan memperoleh perlakuan yang sama juga, baik itu dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan yang lainnya.

3. Terdapat hukum dan hukum yang ditetapkan

Di dalam suatu negara yang mengusung ideologi liberalisme, harus ada hukum yang ditetapkan. Tujuannya yaitu untuk menjaga dan melindungi hak-hak masyarakatnya. Dalam negara liberal menetapkan patokan hukum tertinggi yang menghargai akan hak-hak kebebasan dan persamaan kedudukan pada setiap individu di mata hukum.

4. Pemerintah ditentukan dengan persetujuan

Di negara yang mengusung ideologi liberalisme, kekuasaan tertinggi itu berada di tangan rakyat. Sehingga dalam penentuan pihak-pihak yang menjalankan pemerintahan dalam negara tersebut harus mendapatkan persetujuan dari rakyat. Itu artinya, pemerintah harus bertindak sesuai dengan kehendak rakyat dan tidak boleh bertindak sesuai dengan keinginannya sendiri.

5. Negara hanya alat

Negara yang menggunakan paham liberalisme hanya dianggap sebagai alat atau mekanisme yang dipakai untuk perwujudan tujuan-tujuan yang lebih besar.

6. Tidak menerima ajaran dogmantisme

Negara dengan paham liberalisme tidak menerima ajaran dogmantisme, yakni paham yang memegang kepercayaan dan menentang apa saja yang tidak sesuai dengan kepercayaannya.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Kelebihan dan Kekurangan liberalisme

Dalam setiap paham atau ideologi pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Demikian pula dengan liberalismme. Mengacu dari pengertian liberalisme, adapun kelebihan dan kekurangan ideologi liberalisme yaitu sebagai berikut ini:

Kelebihan Paham Liberalisme

  • Adanya keinginan dan inisiatif sendiri dari masyarakat untuk berkembang menjadi masyarakat yang lebih baik.
  • Setiap orang atau warga negara memperoleh hak dan kebebasan yang sama dalam bermasyarakat.
  • Di dalam masyarakat terjadi persaingan yang positif sehingga setiap orang ingin menghasilkan produk yang berkualitas atau bermutu tinggi.
  • Kebebasan setiap individu dalam kesempatan memilih partai politik tanpa adanya intervensi dari pihak lain.
  • Pers memiliki hak dan kebebasan dalam memberikan kritik yang tajam terhadap pemerintah dengan ketentuan adanya batasan dan etika pers yang berlaku.
  • Muncul motif mencari keuntungan dalamm masyarakat sehingga kegiatan atau aktivitas perekonommian menjadi lebih efisien dan efektif.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Kekurangan Paham Liberalisme

  • Pihak-pihak yang mempunyai sumber daya cenderung untuk melakukan eksploitasi kaum buruh, sehingga menciptakan kesenjangan sosial di masyarakat.
  • Terjadinya monopoli terhadap masyarakat kecil atau golongan miskin.
  • Pihak-pihak tertentu seringkali memanfaatkan kebebasan pers untuk memperoleh keuntungan.
  • Adanya persaingan bebas sehingga membuat pemerataan pendapat di masyarakat akan sulit dicapai.
  • Adanya kelompok-kelompok masyarakat yang menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya dari masyarakat lain, begitu pula sebaliknya.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Demikian penjelasan yang dapat kami tulis tentang pengertian liberalisme dan sejarahnya, beserta dengan ciri-ciri Ideologi liberalisme serta kelebihan dan kekurangan liberalisme. Semoga penjelasan yang telah kami tulis dalam blog temukan pengertian ini bisa bermanfaat bagi kita.

Buka Komentar
Tutup Komentar