Skip to main content

Pengertian Ciri Klasifikasi Amphibia dan Peranannya

Pengertian ciri klasifikasi amphibia - Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan hewan katak, karena katak banyak kita jumpai di lingkungan kita. Katak sendiri merupakan salah satu hewan yang termasuk dalam kelompok amphibia. Nah tahukah kamu apa itu amphibia? Bagi kamu yang belum tahu, kamu bisa menyimak penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan amphibia di sini. Karena di sini akan kami bahas mulai dari pengertian amphibia, ciri-ciri, klasifikasi dan peran amphibia. Langsung saja simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian ciri klasifikasi amphibia

Pengertian Amphibia

Istilah amphibia merupakan istilah yang berasal dari bahasa yunani yaitu amphi dan bios. Amphi artinya adalah kedua dan bios artinya dalah hidup. Jadi pengertian amphibia adalah makhluk hidup yang hidup di dua alam yaitu di darat dan air tawar.

Amphibia muda dapat hidup di dalam air dengan menggunakan alat pernapasan insang dan pada saat telah dewasa akan hidup di darat dengan mengguankan alat pernapasan paru-paru. Amphibia bergerak dengna menggunakan empat kaki. Amphibia mempunyai kulit yang selalu basah yang berfungsi untuk membantu pernapasan karena di dalam kulitnya mengandung berbagai macam pembuluh darah. Pada perkembangbiakannya, amphibia berkembang biak dengan cara bertelur di mana pembuahannya dilakukan secara eksternal. Amphibia yang akan bertelur, akan menuju ke air untuk mengeluarkan telur-telurnya. Amphibia mengalami metamorfosis berawal dari zigot -> embrio -> berudu -> katak kecil -> katak dewasa.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Ciri-ciri Amphibia

Adapun ciri ciri amphibia adalah sebagai berikut ini:

  • Amphibia mempunyai 2 pasang kaki yang dapat digunakan untuk berjalan, berenang dan melompat. Sebagai contoh pada katak, pada bagian belakang kaki katak lebih panjang dibandingkan dengna kaki yang depan. Rangka pada kaki yang bagian depan terdiri atas humerus, radioulna, metakarpal, tulang jari-jari (falang). Kemudian rangka pada kaki yang bagian belakang terdiri atas femur, tibio-fibula, tarsal, metatarsal dan tulang jari-jari (falang). Kaki katak yang depan mempunyai 4 jari, sedangkan yang belakang mempunyai 5 jari, yang mana diantara jari-jarinya terdapat selaput renang.
  • Bagian tubuh amphibia yang terbagi menjadi 2 bagian terdiri dari caput (kepala) dan truncus (badan), contohnya pada katak. Sedangkan bagian tubuh amphibia yang terbagi menjadi 3 bagian yang terdiri dari caput (kepala), truncus (badan), dan cauda (ekor) contohnya yaitu pada salamander.
  • Memiliki kulit yang lunak, berkelenjar ddan selalu basah. Pada kulit amphibbia tidak bersisik kecuali pada salamander. Di antara kulit dengan jaringan otot, dimana di bagian bawahnya terdapat suatu rongga yang isinya adalah cairan limfa. Pada bangkong yang warnanya cerah, kulitnya dapat menghasilkan cairan yang beracun untuk hewan lainnya.
  • Amphibia merupakan hewan yang berdarah dingin (poikiloterm).
  • Alat pernapasan amphibia yaitu berupa insang, kulit dan paru-paru. Seperti yang terdapat pada katak dewasa yang bernapas dengan menggunakan paru-paru yang berupa kantong-kantong dengan dinding yang mempunyai sejumlah ruang.
  • Jantung amphibia terdiri dari 3 ruangan yaitu 1 ventrikel dan 2 atrium. Yang merupakan peredaran darah tertutup ganda, itu artinya darah 2 kali melalui jantung pada 1 kali peredaran.
  • Sistem ekskresi berupa ginjal jenis mesonefroid dan saluran kemih (saluran mesonefros atau saluran wolf) yang membawa sekret ke kloaka. Amphibia juga mempunyai kandung kemih yang terdapat di sebelah sisi ventral kloaka.
  • Mempunyai sistem pencernaan yang lengkap, mulai dari mulut, flaring, kerongkongan (esofagus), lambung, usus, dan rektum yang secara langsung bersatu dengan kloaka. Sebagai contoh katak, mempunyai mulut yang sangat lebar dan gigi-gigi yang kecil pada sepanjang rahang atas. Pada bagian langit-langit mulut terdapat gigi vormer. Mempunyai lidah bercabang 2 pada bagian ujungnya dan di permukaannya terdapat zat perekat yang dapat digunakan untuk menangkap serangga. Amphibia mempunyai hati, kantong empedu dan juga pankreas.
  • Sistem indra yang terdapat pada amphibia yaitu terdiri dari mata, lubang hidung dan telinga. Pada bagian mata dilindungi adanya membran niktitans (selaput tidur), kelopak mata atas dan kelopak mata bawah. Amphibia mempunyai 2 lubang hidung (nares) yang terhubung dengna rongga mulut melalui koane. Sedangkan telinganya berkembang dengan baik, karena terdiri dari 2 bagian yaitu telinga tengah, dalam dan tidak mempunyai telinga luar. Pada telinga yang berada pada bagian tengah terhubung dengan faring melalui tabung Eustachius. Katak dan bangkong mempunyai selaput telinga yang disebut sebagai membran timpani pada bagian telinga tengah. Sedangkan Salamander tidak mempunyai selaput telinga, sehingga hanya bisa merasakan gerakan suara melalui kaki depan.
  • Untuk perkembangbiakan amphibia, amphibia mempunyai alat kelamin yang terpisah. Amphibia umumnya bersifat ovipar, tetapi ada pula yang ovovivipar dan vivipar, dimana telur tersimpan di dalam saluran reproduksi betina.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Klasifikasi Amphibia

Klasifikasi dari amphibia dibagi ke dalam 3 ordo utama yaitu sebagai berikut ini:

  1. Ordo Apoda (Gymnophiona), contohya yaitu salamander cacing (Ichtyophis glutinosus).
  2. Ordo Urodela (Caudata), contohnya yaitu salamander berlendir (Plethodon glutinosis).
  3. Ordo Anura (Salientia), contohnya yaitu katak pohon (Hyla Caerulea) dan bangkong (Bufo bufo).
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Peran Amphibia

Peranan amphibia dalam kehidupan diantaranya yaitu sebagai berikut ini:

  • Sebagai salah satu mata rantai maknan.
  • Sebagai pemberantas nyamuk yang dilakukannya secara biologi.
  • Sebagai pengendali hama insecta pada pertanian.
  • Sebagai indikator keadaan lingkungan.
  • Pada beberapa katak yang beracun, racunnya dapat digunakan pada anak panah atau tombak oleh suku pedalaman untuk berburu mangsa.
  • Racun bufotenin dan bufotalin dihasilkan oleh jenis kodok bufo marinus yang dapat dimanfaatkan untuk penguat denyut jantung.
  • Katak bisa digunakan dalam tes kehailan seperti bufo melanostictus, karena bisa menghasilkan hormon perang gonad yang efeknya sama seperti hormon perangsang gonad yang terdapat pada urine wanita yang sedang hamil.
  • Kulit katak bisa dibuat jaket dan barang kerajinan lain apabila diberi samak.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Itulah penjelasan singkat tentang pengertian ciri klasifikasi amphibia dan peranannya. Semoga penjelasan yang dapat kami tulis dalam blog temukan pengertian ini bisa bermanfaat.

Buka Komentar
Tutup Komentar