Pengertian Larutan

Pengertian Larutan – Dalam pelajaran kimia kita sering mendengar istilah larutan. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita juga menjumpai larutan.  Jadi kehidupan kita tidak jauh-jauh dari yang namanya larutan. Nah tahukah anda apa itu larutan? Seperti apa yang dimaksud dengan larutan? Untuk anda mungkin ada yang sudah tahu apa yang dimaksud larutan, namun ada juga yang belum tahu definisi larutan. Untuk itulah pada kesemptan kli ini kami akan membahas arti larutan. Dalam pembahasan ini tidak hanya menjelaskan pengertian larutan saja tetapi juga konsentrasi larutan, pelarut, larutan ideal, sifat koligatif larutan, dan jenis-jenis larutan. Langsung saja beikut ini penjelasan tentang larutan.
Pengertian Larutan

Pengertian Larutan

Larutan yaitu campuran homogen yang terdiri atas 2 atau lebih zat. Di dalam larutan zat yang jumlahnya sedikit disebut dengan solut atau zat terlarut, sedangkan zat yang jumlahnya banyak daripada zat yang lainnya disebut dengan solven atau pelarut. Di dalam larutan komposisi zat yang terlarut dengan zat pelarut dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat yang terlarut dengan zat pelarut membentuk larutan disebut degnan solvasi atau pelarutan.

Sebagai contoh, larutan yang sering ditemui yaitu padatan yang dilarutan dalam cairan misalnya gula dan garam yang dilarutkan dalam air. Gas juga bisa dilarutkan dalam cairan, misalnya yaitu oksigen atau karbon dioksida yang dilarutkan dalam air. Ada juga cairan yang bisa dilarutkan dalam cairan lain, dan gas yang dilarutkan dalam gas yang lain. Selain itu terdapat juga larutan padat, misalnya campuran logam (aloi) dan material tertentu.

Larutan adalah salah satu bentuk zat kimia yang paling sering direaksikan. Hampir semua reaksi kimia dilakukan dalam bentuk larutan. Jumlah zat kimia yang direaksikan dalam bentuk larutan tersebut dinyatakan dalam konsentrasi larutan. Konsentrasi suatu larutan adalah carayang digunakan untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarutnya. Terdapat berbagai cara yang digunakan untuk menyatakan konsentrasi larutan, di antaranya adalah persen massa, persen volume, fraksi mol, molaritas, dan molalitas. Satuan yang paling umum digunakan saat membahas konsep laju reaksi adalah molaritas larutan.

Konsentrasi Larutan

Konsentrasi larutan menyebutkan komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan secara kuantitatif.Umumnya konsentrasi dinyatakan dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarut atau perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah total zat dalam larutan. Sebagai contoh beberapa satuan konentrasi yaitu molar, molal serta bagian per juta (part per million, ppm). Sementara itu kommposisi larutan secara kualitatif bisa dinyatakan sebagai berkonsentrasi rendah (ecer) atau berkonsentrasi tinggi (pekat).

Pelarut

Dalam keadaan tercampur, molekul komponen komonen larutan berinteraksi secara langsung. Dalam proses pelarutan, tarikan antar partikel komponen murni terpecah serta terganti oleh tarikan antara pelarut dengan zat yang terlarut. Terlebih apa bila pelarut dan dan zat yang terlarut sama-sama polar, namun terbentuk sebuah struktur zat pelarut yang mengelilingi zat yang terlarut, hal itu memungkinkan interaksi yang terjadi antara zat yang terlarut dengan pelarut tetap dalam keadaan stabil.

Apabila komponen zat yang terlarut ditambahkan secara terus menerus ke dalam pelarut, dalam sebuah titik komponen yang ditambahkan tidak akan bisa larut lagi. Misalkan, apabila zat terlarutnya berupa padatan dan pelarutnya berupa cairan, dalam sebuah titk padatan tersebut tidak bisa larut lagi dan terbentuklah sebuah endapan. Dalam larutan tersebut jumlah zat terlarut yaitu maksimal, serta larutannya disebut dengan larutan jenuh. Dapat tercapainya titik dimana keadaan jenuh larutan itu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu tekanan, suhu serta kontaminasi. Kelarutan suatu zat secara umum ialah jumlah suatu zat yang bisa terlarut dalam pelarut tertentu sebanding dengan suhu. Terutaama hal tersebut berlaku dalam zat padat, meskipun ada pengecualian. Secara umum kelarutan zat cair dalam zat cair yang lain kurang peka terhadap suhu daripada kelarutan gas atau padatan dalam zat cair. Umumnya kelarutan gas dalam air berbanding terballik dengan suhu.

Larutan Ideal

Larutan ideal adalah larutan yang terbentuk apabila interaksi antarmolekul komponen-komponen larutan sebanding dengan interaksi antarmolekul komponen-komponen tersebut dalam keadaan murni. Larutan ideal itu telah memenuhi hukum Raoult yakni tekanan cair (uappelarut) berbanding tepat lurus dengan fraksi mol pelarut dalam larutan. Larutan yang betul-betul ideal tidak ada di alam, tetapi beberapa diantara larutan memenuhi hukum Raoult hingga batas-batas tertentu. Sebagai contoh larutan yang bisa dianggap sebagai larutan ideal yaitu campuran toulena dan benzena.

Ciri yang lain dari larutan ideal yaitu volumenya merupakan penjumlahan yang tepat dari velume komponen-kompenen yang menjadi penyusunnya. Dalam larutan non-ideal, penjumlahan volume dari zat yang terlarut murni dan pelarut murni tidak sama degnan vlume larutan.

Sifat Koligatif Larutan

Kata koglitatif itu berasal dari kata latin colligare yang artinya mengumpul bersama. Sifat koligatif larutan adalah larutan cair yang encer menunjukkan sifat-sifat yang bergantung pada efek kolektif jumlah partikel yang terlarut. Sifat koligatif meliputi peningkatan titik didih, penurunan tekanan uap, penurunan titik beku serta gejala tekanan osmotik.

Jenis-jenis Larutan

Jenis-jenis larutan bia diklasifikasikan berdasarkan fase zat terlarutnya dan pelarutnya. Berikut inia dalah tabel yang dapat menunjukkan contoh-contoh dari larutan berdasarkan fase komponen-komponennya.


Contoh Larutan
Zat Terlarut
Pelarut
Padatan
Cairan
Gas
Padatan
Aloi logam seperti baja
Uuap air dalam kayu, Air dalam karbon aktif


Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina
Cairan
Natrium klorida (garam dapur) dalam air, sukrosa (gula) dalam air, amalgam emas dalam raksa
Campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi), Etanol dalam air
Air terkarbonasi (karbon dioksidadalam air)
Gas
Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara
Uap air di udara (kelembapan)
Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen)
 
Berdasarkan dari daya hantar listriknya atau daya ionisasinya larutan dibagi menjadi 2 jenis yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

1. Lautan elektrolit yaitu larutan yang bisa menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit sendiri dibagi menjadi dua yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lembah.

- Larutan elektrolit kuat yaitu larutan yang memiliki daya hantar listrik yang kuat, dikarenakan zat terlarutnya di dalam pelarut (biasanya air), semuanya berubah menjadi ion-ion (alpha=1).

Berikut ini yang termasuk elektrolit kuat yaitu:
  • Garam-garam yang mudah larut seperti Al2(SO4)3 , KI dan NaCl.
  • Asam-asam kuat seperti HNO3, H2SO4, HCl03, dan HCl.
  • Basa-basa kuat yakni basa-basa golongan alkali dan alkali tanah seperti Ba(OH)2, Ca(OH)2, KOH, dan NaOH.

- Larutan elektrolit lemah yaitu larutan yang daya  hantar listirknya lemah dengan nilai derjat ioneisasi sebesar 0 < alpha <1.

Berikut ini adalah yang termasuk elektrolit lembah:
  • Garam-garam yang sulit untuk larut seperti PbI2, CaCrO, dan AgCl.
  • Basa-basa lemah seperti Ni(OH)2 dan NH4OH.
  • Asam-asam lembah seperti H2S, H2CO3, HCN, dan CH3COOH.

2. Larutan non elektrolit yaitu larutan yang tidak bisa menghantarkan arus listrik, dikarenakan zat terlarutnya di dalam pelarut yang tidak mengion atau tidak bisa menghasilkan ion-ion.

Yang termasuk dalam larutan non elektrolit yaitu:
  • Larutan alkohol.
  • Larutan glukosa.
  • Larutan sukrosa.
  • Larutan urea.

Demikianlah apa yang dapat kami jelaskan tentang Pengertian Larutan. Semoga penjelasan dari kami di blog temukan pengertian ini dapat memberikan manfaat yang baik.

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru

Artikel Terkait