Pengertian Frasa

Advertisement
Pengertian Frasa - Frasa merupakan salah satu materi yang berhubungan dengan pelajaran bahasa Indonesia. Frasa tidak hanya menjadi materi saja, tetapi frasa juga sering diikutkan dalam soal ujian pada jenjang pendidikan sekolah tertentu. Lalu apa itu frasa? Sudah tahukah kamu tentang apa yang dimaksud dengan frasa? Mungkin diantara kamu ada yang belum tahu tentang apa frasa itu. Karena itulah dalam artikel kali ini kami akan membahas tentang pengertian frasa. Pembahasan pengertian frasa dalam artikel ini juga meliputi ciri-ciri frasa, jenis frasa dan contoh frasa. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.
Pengertian Frasa


Pengertian Frasa

Frasa adalah gabungan kata nonpredikatif. Nonpredikatif berarti gabungan kata tersebut berada dalam satu fungsi kalimat, misalnya subjek saja. Atau dengan kata lain frasa yaitu kesatuan kata atau gabungan kata yang terbentuk dari dua kelompok kata atau lebih  yang mempunyai satu makna grammatikal (makna yang berubahubah sesuai konteks). Bisa jugu definisi frasa ialah gabungan dari dua kata atau lebih tetapi tidak bisa membentuk kalimat yang sempurna sebab tidak mempunyai predikat.

Pengertian frasa menurut para ahli

Selain dari pengertian frasa di atas, juga terdapat beberapa pengertian frasa yang dikemukakan oleh para ahli. Berikut ini adalah pengertian frasa menurut para ahli.

-Pengertian Frasa Menurut Kridalaksana

Frasa adalah gabungan antara dua kata atau lebih yang mempunyai sifat tidak prediktif, gabungan tersebut bisa rapat, bisa renggang.

- Pengertian Frasa Menurut Lyons (dalam Soetikno, 1995:168)

Pengertian frasa ialah sebuah kelommpmok kata yang secara gramatikal sepadan dengan dengan satu kata dan tidak mempunyai subjek dan predikat sendiri.

- Pengertian Frasa Menurut Putrayasa (Bagus, 2008:3)

Frasa adalah kelompok kata yang mempunyai kedudukan sebagai suatu fungsi dalam kalimat yang tidak semuanya dari frase itu sendiri yang terdiri dari kelompok kata.

- Pengertian Frasa Menurut Ramlan (Bagus, 2008:2)

Frasa adalah satuan gramatikal yang terdiri atas 2 kata atau lebih yang tidak melebihi dari suatu batas fungsi yang ada dalam unsur klausa.

- Pengertian Frasa Menurut Tarmini (11:2012)

Pengertian frasa yaitu suatu konstruksi yang terdiri atas dua konstituen atau lebih yang dapat mengisi fungsi sintaksis tertentu yang ada dalam kalimmat. Namun tidak melebihi dari batas-batas fungsi klausa atau disebut dengan frasa itu nonprediktatif.

Ciri-ciri frasa

Ciri-ciri frasa adalah sebagai berikut ini:
  • Setidaknya dalam frasa terdiri minimal dua kata atau lebih.
  • Mempunyai atau menduduki fungsi gramatikal dalam kalimat.
  • Dalam frasa harus mempunyai satu makna gramatikal.
  • Sifat frasa yaitu nonprediktatif.

Contoh frasa

Dilihat dari pengertian frasa dan ciri-ciri frasa tersebut maka bisa disimpulkan kalau frasa adalah gabungan dari dua kata atau lebih yang tidak bisa membentuk kalimat sempurna. Untuk itu agar lebih memahaminya berikut ini kami berikan beberapa contoh frasa.
  • Tidur siang
  • Banting tulang
  • Sedang tidur
  • Makan siang
  • Nasi goreng

Jenis jenis frasa

Jenis frasa berdasarkan jenis kata/kelas kata

- Frasa Nomina 
Frasa Nomina adalah kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Jenis frasa nomina ada 3 jenis yaitu sebagai berikut ini:
  1. Frasa nomina Modifikatif (mewarisi). Contoh fasa nomina modifikatif yaitu: bulan pertama, buku dua buah, hari senin dan lain-lain.
  2. Frasa Nomina Koordinatif (tidak saling menerangkan). Contoh frasa koordinatif yaitu: lahir batin, sandang pangan, hak dan kewajiban, dan lain-lain.
  3. Frasa Nomina adaptatif. Contoh frasa nomina adaptatif yaitu (a) Banjarmasin, kota seribu sungai, mempunyai banayak sajian kuliner yang rasanya enak. (b) Melati, jenis tanaman perdu, telah menjadi simbol bangsa Indonesia sejak dulu. (c) Jakarta, Ibukota Indonesia, telah berumur 485 tahun.

- Frasa Verbal
Frasa verbal adalah kelompok kata yang terbentuk dari kata kata kerja. Jenis frasa verbal dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
  1. Frasa Verbal Modifikatif (pewatas),terdiri dari pewatas depan dan pewatas belakang. Contoh Verbal Modifikatif pewatas depan yaitu: (a) Mereka pasti membuat karya yang lebih menarik lagi di tahun yang akan datang, (b) Kami yakin memperoleh pekerjaan itu. Contoh Verbal Modifikatif pewatas belakang yaitu (a) kami membaca buku itu sekali lagi, (b) Dia bekerja keras sepanjang waktu.
  2. Frasa Verbal Koordinatif adalah dua verba yang telah digabungkan jadi satu dengan penambahan kata hubung ‘atau’ dan ‘dan’.  Contoh Frasa Verbal Koordinatif yaitu (a) Kita mau pergi ke toko buku atau ke perpustakaan. (b) orang tersebut merusak dan menghancurkan rumahnya sendiri.
  3. Frasa Verbal Apositif  adalah sebagai keterangan yang diselipkan atau ditambahkan. Contoh Frasa Verbal Apositif yaitu: (a) Jorong, tempat tinggalku dulu, sekarang menjadi tempat penambangan batubara. (b) Pekerjaan orang itu, berjualan sepatu, sekarang semakin maju.

- Frasa Ajektifa
Frasa ajektifa adalah kelompok kata yang dibentuk dari kata sifat atau keadaan sebagai inti (diterangkan) dengan menambahan kata lain yang fungsinya menerangkan, misalnya sangat, paling, lebih, harus, dapat, dan agak. Jenis Frasa ajektifa terbagi menjadi 3 jenis yakni:
  1. Frasa Adjektifa Modifikatif (membatasi). Contoh Frasa Adjektifa Modifikatif yaitu: hebat benar, indah nian, cantik sekali, dan lain-lain.
  2. Frasa Adjektifa Koordinatif (menggabungkan). Contoh Frasa Adjektifa Koordinatif  yaitu: sejahtera, makmur, aman tentram, tegap kekar dan lain-lain.
  3. Frasa Adjektifa Apositif sifatnya memberikan keterangan tambahan. Contoh Frasa Adjektifa Apositif yaitu (a) Desa Jorong, tempat tinggalku dulu, sekarang menjadi tempat penambangan batubara. (b) Srikandi cantik, ayu menawan, diperistri arjuna. Frasa desa jorong dan srikandi cantik adalah unsur utama kalimat, sedangkan frasa tempat tinggalku dulu dan ayu menawan adalah keterangan tambahan.

- Frasa Adverbial
Frasa Adverbial adalah kelompok kata yang dibentuk menggunakan keterangan kata sifat. Frasa Adverbal bersifat mewatasi (modifikasi). Misalnya: sangat baik, kata baik adalah inti sedangkan kata sangat sangat pewatas. Contoh frasa Adverbal yang bersifat modifikasi yaitu dengan gelisah, dengan bangga, lebih kuat, pandai sekali, begitu kuat, hampir baik, kurang pandai, agak besar. Sedangkan Coontoh Frasa Adverbal yang sifatnya koordinatif (yang tidak menerangkan) yaitu lebih kurang kata lebih tidak menerangkan kata kurang dan kata kurang tidak menerangkan kata lebih.

- Frasa Pronominal
Frasa Pronominal adalah frasa yang dibentuk menggunakan kata ganti. Jenis frasa pronominal terdiri dari 3 jenis yakni:
  1. Frasa Pronominal Modifikatif. Contoh Frasa Pronominal Modifikatif yaitu mereka berdua, mereka itu, mereka semua, anda semua, kalian semua.
  2. Frasa Pronominal Koordinatif. Contoh Frasa Pronominal Koordinatif yaitu saya dan dia, kami dan mereka, engkau dan aku.
  3. Frasa Pronominal Apositif. Contoh Frasa Pronominal Apositif yaitu kami, putra-putri indonesia, menyatakan merdeka.

- Frasa Numeralia
Frasa Numeralia adalah sebuah kelompok kata yang dibentuk menggunakan kata bilangan. Jenis Frasa Numeralia terdiri dari:
  1. Frasa Numeralia Modifikatif. Contoh Frasa Numeralia Modifikatif yaitu (a) Kami membeli setengah lusin jilbab. (b) Mereka memotong sepuluh ekor kerbau kurban.
  2. Frasa Numeralia Koordinatif. Contoh frasa Numeralia Koordinatif yaitu (a) entah empat atau lima orang sudah menyetujui kesepakatan ini. (b) Entah tiga atau empat kerbau yang sudah dikurbankan.

- Frasa Interogativ Koordinatif adalah frasa yang mempunyai inti pada kata tanya. Contoh Frasa Interogativ Koordinatif yaitu: (a) Jawaban dari bagaimana atau mengapa merupakan pertanda dari jawaban predikat. (b) Jawaban dari siapa atau apa ciri dari subjek kalimat.

- Frasa Demonstrativ Koordinatif adalah frasa yang dibentuk dari dua kata yang tidak saling menerangkan. Contoh Frasa Demonstrativ Koordinatif yaitu: (a) Saya pergi kesana atau kemari tidak ada masalah. (b) Aku tinggal di sini atau di sana sama saja.

- Frasa Preposisional Koordinatif adalah frasa yang dibentuk dengan kata depan yang tidak saling menerangkan. Contoh frasa Preposisional Koordinatif yaitu (a) Lapangan tenes ini dari, oleh dan untuk masyarakat sini. (b) Petualangan kami dari dan ke kalimantan membutuhkan waktu sebulan.

Jenis frasa berdasarkan unsur pembentuknya

Jika dilihat dari unsur pembentuknya frasa dibagi menjadi beberapa jenis seperti berikut ini:
- Frasa Endosentris  adalah frasa yang unsur-unsurnya mempunyai fungsi untuk diterangkan dan menerangkan (DM) atau sebaliknya yaitu menerangkan dan diterangkan (MD). Contoh frasa Endosentris yaitu (DM) Kuda putih, (MD) tiga orang.
Terdapat beberapa jenis frasa endosentris, yaitu sebagai berikut:
  1. Frasa Endosentris atributif adalah frasa ang pola pembentukannya memakai pola DM atau MD. Contoh Frasa Endosentris atributif yaitu (DM) Ayah Kandung, (MD) empat ekor.
  2. Frasa Endosentris apositif yaitu frasa yang salah satu dari unsurnya (pola menerangkan) bisa menggantikan posisi unsur intinya (pola yang diterangkan). Contoh Frasa Endosentris apositif yaitu Anita si penari ular sangat mempesona. Penjelasannya kata Anita kedudukannya sebagai yang diterangkan (D) dan si penari ular kedudukannya sebagai yang menerangkan (M).
  3. Frasa Endosentris koordinatif adalah frasa yang unsur-unsur pembentuknya menempati fungsi inti (setara). Contoh . Frasa Endosentris koordinatif yaitu warta berita, ayah ibu.
Frasa eksosentris adalah frasa yang salah satu dari unsur pembentuknya memakai kata tugas. Contoh Frasa eksosentris yaitu di kelurahan, kepada teman, dari bandung.

Jenis frasa berdasarkan satuan makna yang dimiliki unsur pembentuknya

Jenis frasa berdasarkan satuan maka yangdimiliki unsur-unsur pembentuknya dikelompokan menjadi berikut ini:
  1. Frasa biasa adalah frasa yang hasil pembentukannya mempunyai makna yang sesungguhnya (denotasi). Contoh frasa biasa yaitu: (a) Meja merah itu milik ibu, (b) Ayah membeli kambing putih.
  2. Frasa idiomatik adalah frasa yang hasil pembentukannya memiliki/ menimbulkan makna baru atau makna konotasi (makna bukan sesungguhnya). Contoh Frasa idiomatik yaitu Ayah lintang baru balik ke Sumatra.

Itulah yang dimaksud frasa, semoga pengertian frasa yang kami sampaikan bisa membantu anda. sekian dulu dari kami blog temukan pengertian terimakasih atas perhatiannya.
Advertisement
Artikel Terkait

Berlangganan Artikel Melalui Email!

Suka dengan artikel kami? Daftarkan email anda di sini untuk mendapatkan artikel terbaru