--> Skip to main content

Pengertian Riset, Tujuan, Contoh, Ruang Lingkup & Karakteristik

Pengertian riset – Kata riset itu diserap daai kata dalam bahasa inggris yaitu “research”. Mungkin teman-teman sudah sering mendengar istilah riset (research). Lalu apa itu riset (research)? Bagi teman-teman yang belum tahu dengan apa yang dimaksud riset, maka bisa menyimak pembahasannya di sini yaitu tentang definisi riset (research). Di sini akan kami jelaskan arti dari riset secara umum juga menurut beberapa ahli. Tidak hanya itu saja di sini juga kami tuliskan penjelasan tentang tujuan riset, contoh riset, rung lingkup riset, dan karakteristik riset. Silahkan simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Riset

Pengertian Riset (Research)

Riset/ Research adalah suatu penyelidikan, pemeriksaan, pencermatan, percobaan yang membutuhkan ketelitian dengan menggunakan metode/ kaidah tertentu untuk memperoleh suatu hasil dengan tujuan tertentu. Kegiatan Riset/ Research meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah. Riset/ penelitian merupakan kegiatan dalam koridor keilmiahan yang harus sesuai dengan bidang akademika/ keilmuan.

Atau pengertian riset adalah suatu kegiatan yang didasarkan pada objek pembahasan tertentu, kajian yang berlatar belakang keilmuan dari objek tersebut, penggunaan fakta sebagai dasar kajian, penggunaan metode ataupun teknik-teknik tertentu, terdapat hasil yang mempunyai dasar & terkaji, diperoleh dari kesimpulan akhir.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Pengertian Riset Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi riset menurut para ahli:

1. Pengertian Riset Menurut Hopkins WG (2002)

Riset yaitu mengirimkan suatu pertanyaan atau isu serta menjawab suatu pertanyaan atau memecahkan suatu masalah.

2. Pengertian Riset Menurut Burns (1994)

Riset yaitu sebuah investigasi sistematik untuk menemukan jawaban dari suatu permasalahan.

3. Pengertian Riset Menurut Kerlinger (1986)

Riset adalah sistematik, terkontrol secara empiris dan investigasi kritis terhadap dalil tentang dugaan hubungan antar berbagai macam fenomena.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Tujuan Riset

Tujuan riset adalah untuk memecahkan masalah, meningkatkan ilmu, melakukan penafsiran yang labih baik dan menemukan fakta yang baru.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Contoh Riset

Sebagai contoh contoh riset teknik informatika untuk ruang lingkup software adalah sebagai berikut ini:

  • Ilmplentasi algoritma.
  • Perbandingan dengan beberapa algoritma.
  • Penyelesaian masalah nyata di lapangan.
  • Pembuatan program bantu.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Ruang Lingkup Riset

Berdasarkan perspektifnya, ruang lingkup riset secara umum terbagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut ini:

1. Aplikasi dari Riset

Berdasarkan dari perspektif dari aplikasi riset yang dilakukan, terdapat 2 pembagian yaitu:

a. Riset Murni

Riset murni adalah riset yang meliputi pengembangan, pengujian, verifikasi dan memperjelas metode riset, prosedur, teknik dan juga alat yang membentuk metodologi riset tersebut.

b. Riset Terapan

Riset terapan adalah riset yang menggunakan teknik, prosedur dan metode yang diaplikasikan pada pengumpulan informasi mengenai berbagai aspek suatu situasi, isu, fenomena atau permasalahan sehingga informasi yang terkumpul bisa digunakan dan dipublikasikan.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

2. Objektif dari Riset

Berdasarkan dari perspektif objektif dari riset, maka riset dibeddakan menjadi 4 kategori yaitu:

a. Riset Deskriptif

Riset deskriptif adalah sebuah studi yang berusaha untuk menjelaskan secara sistematis suatu situasi, fenomena, permasalahan, program atau pelayanan atau memberikan informasi mengenai kondisi kehidupan sebuah komunitas. Contoh riset deskriptif yaitu studi mengenai perilaku masyarakat tani setelah adanya industri pertambangan di desanya.

b. Riset Eksploratori

Riset eksploratori yaitu sebuah riset yang tujuannya untuk memperoleh keterangan, pengetahuan, wawasan, ide, gagasan, dan pemahaman sebagai upaya dalam merumuskan dan mendefinisikan masalah, menyusun hipotesis serta bisa diteruskan dengan riset lanjutan yang lebih advance. Contoh riset eksploratori adalah Wawancara atau Interview secara mendalam.

c. Riset Korelasional

Riset korelasional adalah studi yang digunakan untuk menetapkan atau menemukan adanya suatu relationship/ interdependence/ association antara dua atau lebih aspek dari suatu situasi. Contoh riset korelasional misalnya apakah pengaruh tutupan vegetasi terhadap zat yang terlarut dalam air sungai.

d. Riset Explanatory

Riset explanatory adalah sebuah riset yang berusaha untuk menjelaskan kenapa ddan bagaimana adanya hubungan antara 2 aspek dari suatu fenomena atau situasi. Contoh riset explanatory yaitu studi untuk menjelaskan kenapa pada topografi yang miring banyak mengakibatkan terjadinya longsor.

Kembali ke Menu Pembahasan ↑

3. Informasi yang Dicari

Untuk ruang lingkup ini dibedakan menjadi riset kualitatif dan kuantitatif. Klasifikasi kedua jenis riset tersebut tergantung pada 3 kriteria berikut ini:

  • Maksud dari studi.
  • Dengan cara bagaimana variabel dapat diukur.
  • Bagaimana informasi di analisa.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Karakteristik Riset

Karakteristik riset yang baik adalah sebagai berikut ini:

  • Berasal dari satu masalah atau pertanyaan.
  • Harus mempunyai tujuan yang jelas.
  • Membutuhkan rencana spesifik.
  • Biasanya membagi masalah prinsip menjadi beberapa sub-masalah.
  • Dilaksanakan berdasarkan dari masalah, pertanyaan atau hipotesis riset yang spesifik.
  • Mengakui adanya asumsi-asumsi.
  • Memerlukan data dan intepretasi data untuk menyelesaikan masalah yang menjadi dasar adanya riset.
  • Publikasi riset.
Kembali ke Menu Pembahasan ↑

Bagaimana sekarang sudah tahu kan seperti apa itu pengertian riset dan hal yang berkaitan dengan riset (research). Semoga apa yang sudah kami tulis pada blog temukan pengertian ini dapat bermanfaat.

    Buka Komentar
    Tutup Komentar